AS siagakan jet F-16CM Wild Weasel bersenjata bom presisi GBU-39/B di Timur Tengah
CENTCOMAIRSPACE REVIEW – Komando Sentral Amerika Serikat (U.S. Central Command/CENTCOM) merilis foto resmi yang memperlihatkan jet tempur F-16CM Wild Weasel Angkatan Udara AS (USAF) saat lepas landas dari sebuah pangkalan udara di Timur Tengah.
Langkah ini mengonfirmasi bahwa militer Amerika Serikat terus menyiagakan pesawat tempur berkemampuan khusus untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara musuh, sekaligus menyampaikan pesan kesiapan operasional di tengah meningkatnya ketegangan dan operasi militer yang melibatkan Iran di kawasan tersebut.
Berdasarkan analisis visual terhadap marka dan nomor seri pesawat, jet tempur tersebut teridentifikasi berasal dari Wing Tempur ke-20 yang berbasis di Shaw Air Force Base. Unit ini dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam misi penindakan pertahanan udara musuh dan tercatat memiliki pengalaman tempur melawan jaringan radar serta rudal.
Kemunculan armada tersebut di wilayah operasional CENTCOM menegaskan komitmen AS dalam memastikan keunggulan udara serta membuka koridor aman bagi pergerakan pesawat militer lainnya.
Bawa Bom SDB
Dalam penampakannya terlihat, F-16CM tersebut tampak mengusung muatan empat unit bom pemandu presisi GBU-39/B Small Diameter Bomb (SDB) yang terpasang pada satu rak gantungan pintar BRU-61/A di bawah sayapnya.
Keunggulan varian F-16CM tidak hanya terletak pada amunisi yang dibawanya, melainkan pada sistem sensor targeting canggih yang mampu mendeteksi, mengidentifikasi, dan menentukan lokasi pemancar radar musuh secara akurat.
Penggabungan sensor canggih dengan bom berdaya jangkau jauh ini memungkinkan pesawat bertransisi secara cepat dari sekadar meredam sinyal radar menjadi menghancurkan infrastruktur vital musuh.
Integrasi bom GBU-39/B memberikan fleksibilitas taktis dan efisiensi tinggi dalam setiap misi penyerangan. Berbeda dari rudal antiradiasi biasa yang hanya menyasar antena pemancar, bom terpandu GPS dan navigasi inersia ini dirancang untuk menghancurkan bunker komando, stasiun kontrol, generator listrik, hingga fasilitas penyimpanan rudal dari jarak aman di luar jangkauan pertahanan musuh.
Baca Juga: Badai di langit Teheran: Bagaimana F-16CJ “Wild Weasel” AS melumpuhkan jantung pertahanan Iran
Dengan memanfaatkan rak BRU-61/A, satu pilon pesawat dapat membawa empat amunisi presisi yang menyasar titik berbeda secara independen, sehingga meningkatkan kapasitas target yang dapat dihancurkan dalam satu kali penerbangan tanpa mengurangi jangkauan jelajah pesawat.
Melalui publikasi resmi ini, militer AS secara tersirat memperlihatkan strategi tempur yang berfokus pada ketepatan sasaran, efisiensi amunisi, dan daya tahan operasional di wilayah udara yang rawan ancaman.
Bagi para perencana militer di kawasan, kehadiran jet Wild Weasel berkonfigurasi bom presisi ini menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki kemampuan teruji untuk membongkar dan melumpuhkan jaringan pertahanan udara secara bertahap guna melindungi pasukan serta sekutunya. (RNS)
