Boeing vs Northrop Grumman: Angkatan Laut AS Segera Umumkan Pemenang Program Jet F/A-XX

Konsep FA-XX dari Nortrop GrummanNorthrop Grumman
Konsep FA-XX dari Nortrop Grumman.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) dikabarkan segera mengumumkan pemenang program jet tempur generasi keenam F/A-XX dalam waktu dekat.

Persaingan sengit antara dua raksasa kedirgantaraan, Boeing dan Northrop Grumman, kini telah memasuki tahap akhir di Departemen Perang AS (Pentagon).

Pengumuman resmi pemenang kontrak bernilai puluhan miliar dolar tersebut diprediksi meluncur dalam beberapa pekan mendatang setelah melewati evaluasi ketat yang sempat tertunda.

Keputusan ini akan menjadi tonggak krusial bagi masa depan penerbangan tempur berbasis kapal induk AS. Pesawat F/A-XX dirancang untuk menggantikan peran jet tempur veteran F/A-18E/F Super Hornet secara bertahap mulai dekade 2030-an.

Kehadiran jet tempur generasi baru ini bakal menjadi tumpuan utama penangkal ancaman militer di kawasan rawan konflik seperti Indo-Pasifik, di mana pasukan AS harus menghadapi jarak jelajah yang sangat luas serta benteng pertahanan udara lawan yang semakin rapat.

Tangkal Modernisasi Pesat PLA Navy

Dalam perebutan kontrak bergengsi ini, baik Boeing maupun Northrop Grumman menyodorkan konsep siluman canggih tanpa penstabil vertikal (tailless design) guna menekan jejak radar secara drastis.

Boeing mengklaim desain buatannya menawarkan jangkauan jelajah hingga 25% lebih jauh dibanding F-35C, sebuah keunggulan vital agar armada kapal induk AS dapat meluncurkan serangan dari jarak aman.

Sementara itu, Northrop Grumman yang berpengalaman menggarap pembom B-21 Raider mengusung keunggulan saluran udara di bagian atas fuselage dan mekanisme sayap lipat khusus untuk optimalisasi ruang di hanggar kapal induk.

Baca di Sini: Northrop Grumman ungkap detail desain jet tempur siluman F/A-XX untuk Angkatan Laut AS

Urgensi penetapan pemenang program F/A-XX juga terdorong oleh pesatnya modernisasi kekuatan laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA Navy).

Dengan peluncuran berbagai kapal induk baru dan sistem rudal antikapal jarak jauh milik Beijing, AS membutuhkan platform yang mampu menembus zona Anti-Access/Area Denial (A2/AD).

F/A-XX diproyeksikan tidak hanya mengandalkan kelincahan fisik, melainkan kapasitas pemrosesan data tinggi dan fitur perang elektronik canggih untuk melumpuhkan radar musuh sebelum terdeteksi.

Di samping itu, F/A-XX dirancang untuk menjadi simpul utama dalam arsitektur tempur terintegrasi masa depan melalui konsep Manned-Unmanned Teaming (MUM-T).

Lengkapi F-35C, Bukan Menggantikan

Jet tempur berawak ini bakal bertindak sebagai “otak” yang mengendalikan kawanan drone otonom untuk menjalankan misi pengintaian hingga penyerangan langsung.

Fleksibilitas ini memungkinkan Angkatan Laut AS mendistribusikan risiko pertempuran ke berbagai platform udara tanpa mengorbankan nyawa pilot.

Integrasi F/A-XX kelak akan melengkapi armada F-35C Lightning II, bukannya menggantikannya secara total.

Kombinasi antara kecepatan, kapasitas muatan persenjataan F/A-XX, serta sensor siluman F-35C akan menciptakan keunggulan udara mutlak bagi AS.

Penunjukan kontraktor pemenang dalam waktu dekat ini dipastikan menjadi tonggak sejarah yang menentukan peta kekuatan penerbangan militer berbasis kapal induk hingga dekade 2040-an. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *