Kroasia Beli Peluncur Roket K239 Chunmoo dari Korea Selatan

K239 ChunmooHanwha Aerospace
Peluncur roket K239 Chunmoo buatan Korea Selatan.

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Kroasia resmi menyetujui akuisisi 18 unit sistem peluncur roket ganda K239 Chunmoo buatan produsen pertahanan Korea Selatan, Hanwha Aerospace.

Nilai pengadaan persenjataan ini diperkirakan mencapai sekitar 544,1 juta euro (sekitar Rp9,2 triliun).

Langkah ini menempatkan Kroasia di jajaran negara-negara Eropa seperti Polandia, Estonia, dan Norwegia yang memilih alutsista Korea Selatan sebagai alternatif dari sistem M142 HIMARS buatan Lockheed Martin asal Amerika Serikat.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Kroasia, Ivan Anušić, menjelaskan bahwa pilihan jatuh pada K239 Chunmoo karena waktu pengirimannya yang relatif cepat, yakni sekitar 24 hingga 36 bulan, ketersediaan unit yang lebih baik, harga bersaing, serta keterbukaan pihak produsen terhadap kerja sama industri.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Hanwha Aerospace akan menyuplai peluncur, amunisi, dan peralatan pendukung.

Pengiriman unit ke militer Kroasia dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai tahun 2026 hingga 2029, mengacu pada laporan Defense News.

Menggantikan M-92 Vulkan dan GRAD BM-21

Guna mengintegrasikan seluruh komponen alutsista ke dalam satu unit operasional, perusahaan pertahanan asal Polandia, WB Group, ditunjuk untuk memasok sistem komando dan kendali (command-and-control system).

Sistem peluncur roket modern asal Korea Selatan ini direncanakan menggantikan alutsista tua militer Kroasia, yaitu peluncur M-92 Vulkan peninggalan Yugoslavia serta sistem GRAD BM-21 rancangan Uni Soviet.

Info Lainnya: Kroasia mengakuisisi tank canggih Leopard 2A8 dari Jerman, menggantikan M-84 era Yugoslavia

Anušić menegaskan bahwa pengadaan ini merupakan salah satu akuisisi militer terpenting bagi Kroasia sejak berakhirnya perang kemerdekaan negara tersebut pada tahun 1995, menyusul pembelian 12 jet tempur bekas Dassault Rafale F3-R dari Prancis pada 2021.

Langkah Kroasia membeli sistem Chunmoo dilakukan tak lama setelah pemerintah menyetujui pembelian delapan unit peluncur HIMARS dari Amerika Serikat senilai 351 juta USD pada Desember 2024.

Keputusan menambah alutsista dari Korea Selatan juga dipengaruhi oleh kekhawatiran negara-negara di sayap timur NATO terkait potensi keterlambatan pengiriman peralatan militer dan amunisi HIMARS dari AS meny meny menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *