Geliat Pabrik Senjata Rusia: Depo Penyimpanan Mulai Dipenuhi T-90M dan Artileri Baru

T-90M Proryv-3Russian MoD
T-90M Proryv-3.

AIRSPACE REVIEW – Rusia dilaporkan telah mengaktifkan kembali proses pemusatan dan penumpukan kendaraan tempur lapis baja serta sistem artileri baru maupun hasil rekondisi (refurbished) di pangkalan-pangkalan penyimpanan strategisnya.

Tren pemulihan dan penumpukan cadangan material ini terungkap melalui analisis intelijen sumber terbuka (Open Source Intelligence/OSINT) yang dirilis oleh peneliti independen, Jompy.

Pengamatan yang dimulai sejak pertengahan tahun ini menunjukkan bahwa pangkalan penyimpanan ke-349 mencatat pengembalian secara bertahap tank-tank dan kendaraan pengangkut personel yang telah selesai diperbaiki serta dimodernisasi.

Penemuan ini memperkuat indikasi bahwa industri pertahanan Rusia terus memproduksi, memugar, serta meningkatkan kapabilitas alutsista dalam jumlah signifikan untuk mengisi kembali cadangan strategis negara.

Info Lainnya: Rusia kembangkan BTR-82A dengan turret Ballista dan armor baru untuk bertempur di Ukraina

Secara khusus, pangkalan penyimpanan ke-22 tercatat mulai disuplai dengan tank tempur utama T-90M, kendaraan pengangkut personel lapis baja BTR-82A, kendaraan tempur infanteri BMP-3M, hingga kendaraan pemulihan dan evakuasi lapis baja (ARV).

Pangkalan tersebut merupakan satu dari beberapa fasilitas persenjataan yang teridentifikasi mengalami penambahan sistematis untuk armada tempur darat.

Cadangan Jangka Panjang

Langkah serupa terpantau di Pangkalan Penyimpanan No. 80 yang secara khusus memfokuskan penampungan sistem artileri swagerak 2S19 Msta-S.

Sementara itu, di pangkalan ke-374 yang berlokasi dekat perbatasan Finlandia, penumpukan artileri swagerak generasi baru seperti 2S43 Malva dan 2S44 Hyacinth-K telah didokumentasikan secara konsisten.

Pengiriman aktif juga terlacak di pangkalan ke-6018 yang menjadi titik pengerahan bagi BMP-3M serta kendaraan tempur udara BMD-4M.

Kehadiran varian T-72B3M dan BMP-2 di pangkalan ke-349 diindikasikan berasal dari pengiriman langsung pabrik usai menjalani proses rekondisi, maupun pergeseran rutin dari deposit militer lainnya.

Peneliti OSINT tersebut menggarisbawahi bahwa penumpukan ini difokuskan pada pangkalan logistik dan cadangan strategis untuk jangka panjang. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *