Rusia Izinkan Penggunaan Jet Komersial SSJ-100 Hingga 20 Tahun

Sukhoi SuperjetIstimewa
Pesawat Sukhoi Superjet.

AIRSPACE REVIEW – Badan pengawas penerbangan sipil Rusia, Rosaviatsia, resmi menyetujui perpanjangan masa pakai pesawat jet regional Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) dari 15 tahun menjadi 20 tahun.

Kebijakan darurat ini diambil untuk mempertahankan operasional 154 unit pesawat komersial di tengah himpitan sanksi internasional yang menyulitkan pengadaan suku cadang baru.

Otorisasi yang disahkan pada 12 Oktober 2026 tersebut juga mendongkrak batas penerbangan yang diizinkan dari 15.000 menjadi 20.000 siklus, serta batas jam penggunaan dari 25.000 menjadi 40.000 jam.

Aturan baru ini mencakup varian SSJ-100 bermesin SaM146, termasuk tipe RRJ-95B-100 dan RRJ-95LR-100 dengan jangkauan lebih jauh.

United Aircraft Corporation (UAC) mengatakan, perpanjangan batas struktural ini didasarkan pada perhitungan teknik, uji kekuatan material, analisis korosi, serta evaluasi pengalaman operasional sebelumnya.

Kepala Perancang Program SSJ, Vladimir Lavrov, menegaskan bahwa batas baru tersebut membuktikan keandalan struktur pesawat sekaligus menjadi langkah transisi untuk memenuhi parameter desain awal.

Genjot Produksi Mesin Dalam Negeri

Kendati demikian, tantangan terbesar tetap berada pada sektor mesin. Mesin SaM146 merupakan hasil kerja sama patungan PowerJet antara perusahaan Prancis Safran dan perusahaan Rusia NPO Saturn.

Sejak sanksi diberlakukan pada 2022, akses terhadap komponen dan dukungan teknis Barat terputus, sehingga perpanjangan umur rangka pesawat tidak serta-merta menjamin ketahanan komponen mesin tanpa perawatan mandiri.

Sebagai solusi jangka panjang, Rusia tengah menggenjot program SJ-100 (versi modifikasi yang mengganti komponen asing dengan sistem lokal serta menggunakan mesin buatan dalam negeri, PD-8, yang telah mengantongi sertifikasi tipe pada Juni 2026 dan memasuki tahap pemasangan prototipe.

Meski demikian, wacana penggantian mesin SaM146 lama dengan PD-8 masih terkendala masalah biaya yang tinggi.

CEO Aeroflot, Sergei Alexandrovsky, menegaskan bahwa tanpa subsidi negara, modifikasi tersebut akan terlalu berat bagi maskapai sehingga unit SSJ-100 yang lebih tua berisiko harus dipensiunkan secara bertahap. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *