Kapal Selam Si Punggung Bungkuk Korea Utara Muncul Perdana di Laut untuk Uji Coba Rudal
KCNAAIRSPACE REVIEW – Korea Utara mengklaim telah meluncurkan dua jenis rudal jelajah strategis dari kapal selam di lepas pantai timurnya. Momen ini sekaligus menjadi kemunculan perdana kapal selam modifikasi kelas Romeo yang kontroversial, Hero Kim Kun Ok, di laut secara terbuka sejak pertama kali diperkenalkan ke publik pada September 2023.
Media pemerintah Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan, uji coba yang berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026 tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan sistem tempur bawah air,
Hal ini meningkatkan kemampuan Angkatan Laut Korea Utara dalam menjalankan misi strategis, serta membuktikan keandalan daya tangkal nuklir Pyongyang.
Pada kesempatan yang sama, KCNA juga merilis foto yang memperlihatkan kapal selam Hero Kim Kun Ok saat berlayar di laut lepas.
Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan mengatakan, satu jenis rudal diluncurkan dari sistem peluncur vertikal (Vertical Launch System/VLS) dan jenis lainnya diluncurkan melalui tabung torpedo kapal selam tersebut.
Konfigurasi penembakan ganda ini sesuai dengan rancangan khas Hero Kim Kun Ok yang memiliki struktur menonjol di bagian belakang menara (sail) tempat disimpannya tabung peluncur vertikal.
Kapal selam berbobot 3.000 ton dengan nomor lambung 841 tersebut dikembangkan dari basis kapal selam tenaga diesel-elektrik kelas Romeo era Perang Dingin.
10 Tabung Peluncur Rudal di Punuk
Struktur punuknya diproyeksikan mampu membawa hingga 10 tabung peluncur rudal yang diyakini mencakup kombinasi rudal jelajah (Submarine-Launched Cruise Missile/SLCM) dan rudal balistik (Submarine-Launched Ballistic Missile/SLBM). Tak mengherankan kapal selam ini kerap dijuluki Si Punggung Bungkuk.
Analis Korea Selatan, Shin Jong-woo, menilai langkah ini menandakan bahwa uji coba sistem tempur untuk penempatan operasional resmi kini tengah berjalan.
Meskipun sistem propulsi diesel-elektrik lamanya memiliki keterbatasan pada ketahanan dan tingkat kebisingan di bawah air dibandingkan kapal selam modern, peluncuran dari posisi menyelam ini menandai kemajuan integrasi senjata bawah air Pyongyang.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Korea Utara untuk mendiversifikasi wahana pembawa senjata strategis guna mengkomplikasi perencanaan pertahanan militer Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang. (RNS)
