Rencana beli, India minta Israel paparkan senjata layang serang presisi

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Kementerian Pertahanan (Kemhan) Israel meminta informasi (RFI) kepada Israel perihal senjata layang serang presisi (PALM). Sekira 100 unit senjata ini rencananya akan diakuisisi New Delhi untuk Angkatan Darat India.

Sebelumnya, pada akhir Januari lalu perusahaan Uvision Air dari Israel mengumumkan telah melakukan joint venture dengan perusahaan India Aditya Precitech untuk membuat PALM dengan merek Hero Systems.

Senjata layang serang presisi yang diinginkan Kemhan India berbobot tidak lebih dari 20 kg, mampu terbang selama 30 menit dengan jarak jangkau hingga 15 km, dapat dioperasikan dari ketinggian 4.500 di atas permukaan laut dan tidak kurang dari 300 m di atas permukaan tanah.

Senjata juga harus tahan dari gangguan elektronik musuh serta dapat membawa hulu ledak untuk menghancurkan personel maupun target lunak lainnya.

Sistem kendali loiter munition ini harus dapat dioperasikan oleh prajurit di darat menggunakan sistem data link.

Senjata layang serang presisi merupakan jenis senjata yang diluncurkan ke udara dan setelah itu melayang-layang sambil mencari sasarannya.

Pada saat yang tepat, senjata ini akan meluncur dengan cepat melakukan aksi “bunuh diri”. Oleh karena itu pula, loitering munition kadang disebut drone bunuh diri atau kamikaze drone.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *