Tak Ada Kontrak Baru, Pabrik Howitzer Bohdana Ukraina Terancam Tutup

Bohdana SPH buatan KZVV Ukraina.KZVV
Bohdana SPH buatan KZVV Ukraina.

AIRSPACE REVIEW – Pabrik Kramatorsk, produsen artileri medan utama Ukraina, Bohdana, mengatakan belum menerima lagi pesanan dari pemerintah selama sembilan bulan terakhir.

Sepinya pesanan ini akan berakibat dihentikannya produksi howitzer tersebut, yang juga berarti merumahkan karyawan.

Pernyataan ini disampaikan oleh perwakilan perusahaan tersebut kepada Oboronka dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada 3 September 2026.

Bahkan jika kontrak baru datang dari pemerintah, perusahaan tetap perlu menghentikan sebagian produksi selama beberapa bulan, karena harus memesan komponen, dan menyiapkan material untuk gelombang baru membutuhkan waktu sekitar enam bulan.

Untuk Dalam Negeri dan Ekspor

Pabrik yang dikenal dengan akronim Ukraina KZVV ini mengatakan sistem howitzer Bohdana kini mencakup sekitar 70 persen artileri medan Angkatan Bersenjata Ukraina. Lebih dari 1.000 pucuk senjata telah diproduksi sejak perang dengan Rusia dimulai.

Perwakilan KZVV mengatakan pabrik saat ini mematok harga Bohdana versi swagerak (SPH) sebesar 2,9 juta USD dan versi baru model tarik (towed) sekitar 1,9 juta hingga 2,1 juta USD.

Diluar pesanan pemerintah Ukraina, KZVV mengonfirmasi pesanan Jerman untuk 200 howitzer Bohdana yang dipasang pada sasis truk Mercedes-Benz, varian yang disebut sebagai Marta dibanderol senilai 871 juta USD. Pengiriman dijadwalkan pada tahun 2027.

KZVV mengatakan Marta menggunakan laras yang lebih pendek, kaliber 39, menggantikan sistem 155 mm buatan Barat, bersama dengan meriam 122 mm dan 152 mm era Uni Soviet yang masih tersisa.

Selain itu, KZVV juga mengonfirmasi telah melakukan lokalisasi produksi howitzer 105 mm L-119 buatan Inggris bekerja sama dengan BAE Systems. Ini adalah meriam ringan dengan berat 1,9 ton yang dapat dipindahkan ke posisi garis depan menggunakan platform robot darat.

Namun demikian, perusahaan mengatakan masih menunggu keputusan Kementerian Pertahanan Ukraina apakah akan memesan senjata L-119 tersebut.

Bubuk Mesiu Impor

Mengenai amunisi artileri, KZVV mengatakan sedang memproduksi peluru jarak jauh, jarak menengah, dan jarak dekat 155 mm.

Tetapi Ukraina masih kekurangan produksi bahan bakar mesiu dalam negeri, sehingga terpaksa terus bergantung pada bubuk mesiu impor.

Perusahaan memperkirakan pembangunan fasilitas yang mampu memproduksi nitrogliserin, nitroselulosa, dan bahan bakar mesiu untuk peluru jarak jauh, dengan kapasitas 8.000 ton per tahun, cukup untuk hampir 1 juta peluru jarak jauh per tahun, akan menelan biaya sekitar 929 juta USD.

Baca Juga: Meriam howitzer Bohdana-BG 155 mm Ukraina dilengkapi “panggangan barbekyu” untuk pertahanan diri terhadap drone

KZVV memiliki fasilitas produksi yang beroperasi di 20 lokasi, termasuk di dua negara di luar Ukraina, mempekerjakan sekitar 7.000 orang, 85 persen di antaranya dipindahkan dari Ukraina timur.

Mereka telah mengevakuasi sekitar 50.000 ton peralatan dari Kramatorsk selama bulan-bulan awal perang di bawah serangan rudal Rusia. Upaya relokasi ini membutuhkan waktu 14 bulan untuk diselesaikan. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *