Aljazair Tutup Ruang Udara untuk Pesawat Uni Emirat Arab di Tengah Ketegangan Diplomatik

A380Airbus
Pesawat A380 Emirates.

AIRSPACE REVIEW – Aljazair secara resmi menutup ruang udaranya bagi seluruh pesawat sipil dan militer yang terdaftar di Uni Emirat Arab (UEA) mulai tengah malam tanggal 11 September 2026.

Langkah tegas ini diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Aljazair menyusul keputusan pemerintah setempat untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Abu Dhabi pada 10 September 2026.

Pemutusan hubungan tersebut diambil setelah Aljazair menilai pihak UEA kerap melakukan berbagai tindakan provokatif dan bermusuhan yang merugikan stabilitas wilayah Afrika Utara dan Sahel.

Secara praktis, kebijakan penutupan ruang udara ini sebenarnya tidak memberikan dampak komersial yang signifikan bagi industri penerbangan.

Sebelumnya, Aljazair telah membatalkan perjanjian layanan udara bilateral tahun 2013 sejak Februari 2026, dan maskapai penerbangan utama UEA, Emirates, tercatat telah menghentikan penerbangan rute Dubai-Aljir sejak Maret 2026.

Diplomasi Antarnegara

Penutupan ini juga memiliki satu pengecualian khusus, di mana penerbangan komersial sipil ke dan dari Bandara Internasional Houari Boumediene di Aljir masih diizinkan beroperasi hingga akhir tahun 2026 guna menghormati kontrak komersial yang sedang berjalan.

Pemerintah Uni Emirat Arab merespons pengumuman pemutusan hubungan dan penutupan ruang udara tersebut dengan pernyataan yang cenderung tenang.

Info Lainnya: Aljazair menjadi pembeli asing pertama drone pengintai jarak jauh Orion Rusia

Pihak Abu Dhabi menyampaikan harapan agar keputusan tegas dari Aljazair ini hanya bersifat sementara, sehingga hubungan persaudaraan antara kedua bangsa dapat tetap terjaga di masa depan.

Penutupan ruang udara ini menjadi contoh nyata penggunaan instrumen aviasi sebagai simbol penegasan sikap politik dan instrumen diplomasi antarnegara. (JDN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *