Aljazair menjadi pembeli asing pertama drone pengintai jarak jauh Orion Rusia
RNS/AR AIRSPACE REVIEW – Aljazair secara resmi dikonfirmasi sebagai pembeli pertama dari luar negeri untuk drone pengintai terbaru Rusia, Orion. Informasi ini telah diverifikasi oleh Kementerian Pertahanan Republik Aljazair.
Kehadiran drone tersebut terungkap setelah Orion terlihat digunakan dalam latihan militer tentara Aljazair yang bertajuk “Hurricane”.
Meski rumor mengenai pembelian ini sudah beredar selama beberapa tahun, penayangan latihan tersebut pada 8 April 2026 menjadi bukti publik resmi pertama bahwa militer Aljazair telah mengintegrasikan drone ini ke dalam jajaran tempur mereka.
Versi Orion yang dipasok ke Aljazair memiliki beberapa perbedaan dengan versi standar yang digunakan oleh militer Rusia:
Versi Aljazair tidak memiliki tiang gantungan untuk membawa persenjataan. Kemudian stasiun optik-elektronik drone dipindahkan ke bagian depan pesawat.
Drone Orion Rusia dikenal dengan kemampuan pengintaian jarak jauh, dengan jangkauan hingga 1.440 km dalam mode otonom atau dengan koneksi satelit.
Radius kendalinya mencapai 300 km jika menggunakan perangkat relai (penerus sinyal).
Pada versi serang (bukan versi ekspor ke Aljazair, drone ini mampu membawa beban hingga 250 kg.
Ekspor drone Orion oleh Rusia ke Aljazair memperkuat kerja sama militer kedua negara di tengah perkembangan pesat teknologi pesawat tanpa awak (UAV). (AF)

