Kebangkitan legenda turboprop: General Atomics dari Jerman terbangkan perdana pesawat Do228 NXT
GA-ATS AIRSPACE REVIEW – General Atomics AeroTec Systems (GA-ATS) mengumumkan keberhasilan penerbangan perdana pesawat Do228 NXT (Next Generation) dari fasilitas produksi mereka di Oberpfaffenhofen, Jerman pada 2 Mei 2026.
Keberhasilan first flight ini menjadi tonggak sejarah yang sangat penting karena menandai kembalinya program pesawat Jerman yang telah berjalan lama dengan versi terbaru dari desain asli tahun 1980-an.
Do228 awalnya dikembangkan oleh Dornier pada awal tahun 1980-an sebagai pesawat utilitas lepas landas dan pendaratan pendek (STOL).
Sekitar 245 unit dibangun di Jerman, dengan produksi tambahan dilakukan di India di bawah lisensi.
Program tersebut kemudian berpindah tangan beberapa kali sebelum diakuisisi oleh General Atomics.
Pesawat dengan nomor registrasi MSN 8300 tersebut menjalani serangkaian uji coba di udara untuk memverifikasi bahwa seluruh sistem pesawat berfungsi secara optimal sebelum nantinya diserahkan kepada pelanggan.
Meski tetap mempertahankan desain airframe Dornier 228 yang dikenal tangguh, varian NXT membawa perubahan besar pada sisi teknologi dengan penggunaan glass cockpit modern yang canggih.
Selain pembaruan sistem avionik, pesawat ini juga dirancang untuk memenuhi standar emisi dan kebisingan paling ketat saat ini, sehingga sangat ramah lingkungan.
GA-ATS juga memproduksi komponen struktur pesawat secara mandiri guna memastikan kelancaran rantai pasok dan kelangsungan produksi jangka panjang bagi para calon penggunanya.
Do228 NXT tetap mempertahankan kemampuan unggulannya dalam lepas landas dan mendarat di landasan pendek (STOL), yang sangat ideal untuk wilayah dengan infrastruktur bandara terbatas, perusahaan mengatakan.
Pesawat serbaguna ini diproyeksikan untuk menjalankan berbagai peran penting, mulai dari transportasi penumpang regional, angkutan kargo, hingga misi khusus seperti pengawasan maritim dan evakuasi medis.
Pesawat Do228 NXT memiliki kapasitas penumpang hingga 19 orang. Jumlah ini merupakan batas maksimal untuk kategori pesawat komuter ringan di kelasnya.
Konfigurasi penupang umumnya menggunakan tata letak kursi 1+1 dengan lorong di tengah, yang sangat ideal untuk penerbangan regional jarak pendek.
Kursi-kursi ini dapat dilepas atau dikurangi jika pesawat dikonfigurasi untuk kebutuhan lain, seperti pengawasan maritim, kargo, atau evakuasi medis (medevac).
Meskipun kapasitasnya tetap 19 orang, pada varian “NXT” ini General Atomics melakukan desain ulang interior kabin untuk memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang dibandingkan versi Dornier 228 lama.
Kemampuan membawa 19 penumpang sekaligus beroperasi di landasan yang pendek dan tidak beraspal menjadi alasan utama mengapa pesawat ini tetap populer untuk menjangkau daerah-daerah terpencil.
Do228 NXT ditenagai dua mesin turboprop Honeywell TPE331-10, yang dilengkapi baling-baling MT-Propeller lima bilah berbahan komposit yang membantu mengurangi kebisingan dan getaran di kabin.
Bentuk sayapnya supercritical yang unik untuk efisiensi aerodinamis tinggi. Pesawat dapat terbang dengan kecepatan maksimum sekitar 223 knot (413 km/jam) dan kecepatan jelajah pada 180 knot (333 km/jam).
Do228 NXT dapat menjangkau jarak hingga 1.000 km dengan beban penuh, atau mencapai 2.300 km untuk misi pengiriman (ferry range). Ketinggian terbang maksimum mencapai 25.000 kaki (7.620 m).
Sejak mengakuisisi lini produksi Dornier dari RUAG pada 2021, GA-ATS terus berfokus pada modernisasi untuk menghidupkan kembali kejayaan pesawat ini.
Dengan suksesnya uji terbang perdana ini, GA-ATS bersiap untuk memulai fase pengujian selanjutnya dan pengiriman unit kepada pelanggan. (PN)

