Intip fitur-fitur khusus pesawat tiltrotor Bell MV-75 yang ditawarkan Bell untuk Korps Marinir AS
Via X AIRSPACE REVIEW – Bell Helicopters telah meluncurkan konsep baru pesawat tiltrotor bersenjata untuk Korps Marinir AS (USMC), yang dipamerkan di konferensi tahunan Modern Day Marine di Washington, DC, pada 28-30 April 2026.
Desain tersebut didasarkan pada pesawat tiltrotor MV-75A Cheyenne II yang sedang dikembangkan untuk Angkatan Darat AS, sebagai pengganti Sikorsky UH-60M Black Hawk.
MV-75 bersenjata ini ditawarkan sebagai pengganti helikopter serang Bell AH-1Z Viper dan heli serbu UH-1Y Venom milik Marinir ke depannya.
Model yang dipamerkan tersebut ditampilkan dengan tanda dari Skadron Helikopter Serang Ringan Marinir 267 (HMLA-267), sebuah unit yang saat ini dilengkapi dengan helikopter AH-1Z dan UH-1Y, yang masing-masing menjalankan misi serang dan misi utilitas bersenjata.
Detail yang menarik perhatian pada model ini adalah persenjataannya. Ini termasuk dua sayap kecil (stub wing) yang dipasang di kedua sisi bagian atas badan pesawat depan, terletak di antara sayap utama dan kokpit.
Sayap kecil tersebut membawa sebuah NSM (Naval Strike Missile), rudal jelajah antikapal siluman dengan kemampuan sekunder untuk serangan pesisir/darat.
Selain NSM, bisa juga membawa PASM (Precision Attack Strike Munition) yang dikembangkan dari Red Wolf buatan L3Harris, sebuah rudal jelajah kecil dan berbiaya rendah.
Sayap kecil tersebut dapat digunakan juga untuk membawa muatan lain, seperti rudal AGM-114 Hellfire atau roket berpemandu laser Advanced Precision Kill Weapon System II (APKWS II).
Selanjutnya, pada sisi masing-masing sponson roda pendaratan utama, tersedia gantungan senjata untuk membawa tabung peluncur amunisi jelajah ALTIUS-700M.
Terdapat juga lima lubang di setiap sisi badan belakang pesawat yang memungkinkan amunisi atau drone tambahan ditembakkan melalui CLT (Common Launch Tube).
Persenjataan lain yang dapat dibawa MV-75 USMC ini adalah kanon putar tiga laras dalam kubah di bawah hidung, Gatling M197 kaliber 20 mm yang juga digunakan pada AH-1Z saat ini.
Pada bagian hidung pesawat dilengkapi menara sensor di bagian hidung dengan sepasang lubang besar di depannya, yang biasanya untuk kamera video elektro-optik dan inframerah di dalamnya.
MV-75 USMC ini juga memiliki probe pengisian bahan bakar di udara yang dapat ditarik, untuk menambahkan jangkauan tempurnya, meskipun bahan bakar internalnya cukup untuk membawa pesawat terbang sejauh 1.000 mil laut. (RBS)

