Finlandia Luncurkan Korvet Modern Pohjanmaa Ke-3 Buatan Dalam Negeri: Berteknologi Multi

Finlandia luncurkan korvet Pohjanmaa-class buatan dalam negeri.RMC
Finlandia luncurkan korvet Pohjanmaa-class buatan dalam negeri.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Finlandia secara resmi meluncurkan kapal korvet kelas Pohjanmaa ketiga di galangan kapal Rauma Marine Constructions (RMC), pantai barat Finlandia, pada Kamis (29/10/2026). Peluncuran ini menandai tonggak penting karena tiga dari total empat kapal perang paling modern milik Finlandia kini telah berada di perairan.

Kapal dipindahkan dari aula konstruksi untuk melanjutkan proses fitting-out atau pemasangan sistem teknologi dan perlengkapan lanjutan di atas air. Komandan Angkatan Laut Finlandia, Laksamana Muda Tuomas Tiilikainen, menegaskan bahwa kemajuan pesat ini merupakan hasil kolaborasi jangka panjang antara kebutuhan kapabilitas militer masa depan dan keahlian industri pertahanan dalam negeri.

Sebagai kapal tempur permukaan terbesar yang dipesan Finlandia sejak era 1930-an, kelas Pohjanmaa buatan dalam negeri ini mengusung konsep integrasi teknologi multiperan dalam satu lambung modern. Dengan panjang 117 meter dan diawaki sekitar 70 personel, kapal ini dirancang untuk menggantikan peran tujuh kapal dari tiga kelas berbeda yang telah menua.

Fungsi Beragam

Dalam satu platform, korvet ini mampu menjalankan fungsi kapal cepat rudal, kapal pemburu kapal selam, hingga kapal penyebar ranjau laut. Ketahanan berlayarnya hingga 14 hari dengan jangkauan hingga 3.500 mil laut.

Guna menunjang efektivitas tempurnya di kawasan Laut Baltik yang dinamis, korvet ini dibekali paket persenjataan dan sensor modern yang sangat lengkap. Sistem persenjataannya mencakup rudal antikapal, rudal pertahanan udara Evolved Sea Sparrow yang diluncurkan dari tabung Vertical Launch System (VLS), meriam utama 57 mm, torpedo antikapal selam, serta rel khusus untuk peletakan ranjau laut.

Dari sisi ketahanan fisik, lambung kapal dirancang khusus dengan penguat es (ice-strengthened hull) agar tetap optimal beroperasi di perairan membeku saat musim dingin, serta dilapisi pelindung balistik komposit pada area-area vital.

Proyek pembangunan di bawah program Squadron 2020 meunjukkan efisiensi manufaktur yang sangat tinggi. Kapal pertama yang dibangun sejak 2023 kini sedang menjalani tahap penyelesaian akhir, sementara kapal kedua diluncurkan pada Mei 2026.

Kapal ketiga dan keempat telah melewati proses peletakan lunas masing-masing pada Januari dan Juli tahun ini. Keempat unit korvet multiperan ini dijadwalkan masuk dinas operasional secara bertahap mulai 2027 hingga 2029, sekaligus memperkuat integrasi pertahanan Finlandia di dalam struktur militer NATO hingga dekade 2060-an.

Sekilas Armada Tempur AL Finlandia

Armada Angkatan Laut Finlandia secara tradisional dirancang khusus untuk mengamankan perairan pesisir yang menantang, wilayah kepulauan yang rumit, serta jalur perairan dangkal di Laut Baltik melalui doktrin pertahanan yang menitikberatkan pada kecepatan dan perang ranjau.

Kekuatan tempur utama mereka selama ini ditopang oleh jajaran kapal cepat rudal kelas Hamina dan Rauma, serta armada perang ranjau spesialis seperti kapal penyebar ranjau kelas Hämeenmaa dan Pansio serta kapal pemburu ranjau kelas Katanpää yang berteknologi non-magnetik. Guna mendukung mobilitas taktis di antara ribuan pulau, Angkatan Laut Finlandia juga mengoperasikan puluhan unit kapal pendarat cepat seperti kelas Jehu dan Jurmo.

Kekuatan maritim Helsinki juga didukung oleh kapal-kapal penanggulangan polusi dan logistik serbaguna seperti kelas Louhi yang memiliki kapabilitas penanganan darurat di lingkungan laut es, serta jajaran kapal patroli lepas pantai milik Penjaga Pantai (Finnish Border Guard) yang siap diintegrasikan langsung ke dalam struktur komando militer saat kondisi krisis.

Kehadiran empat kapal korvet kelas Pohjanmaa pada akhirnya nantinya tidak hanya akan meremajakan armada kombatan permukaan yang telah menua, tetapi juga menjadi tulang punggung baru yang memperkokoh daya gentar maritim nasional sekaligus interoperabilitas mereka di bawah komando NATO. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *