Pilot AU India Jajal Su-30SM di Rusia, Canggih Mana Dibanding Su-30MKI? Ini Penjelasannya
RIA NovostiAIRSPACE REVIEW – Dalam latihan militer bersama bertajuk “Indra 2026” di Vladivostok, Rusia pada 13-18 Oktober lalu, sejumlah para penerbang Angkatan Udara India (IAF) berkesempatan untuk pertama kalinya menjajal langsung jet tempur multiperan Su-30SM milik Rusia.
Bagi para penerbang Su-30MKI tersebut, menerbangkan Su-30SM tentu bukanlah sesuatu yang baru sama sekali, sebab kedua pesawat sama-sama varian turunan dari sang induk Su-27 Flanker.
Meski demikian, kehadiran penerbang tempur India di dalam kokpit Su-30SM membuka babak baru dalam kerja sama pertahanan kedua negara, sekaligus menjadi momen penting untuk menguji secara langsung kapabilitas varian yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung Angkatan Dirgantara Rusia (VKS) tersebut.
Latihan gabungan Indra 2026 menitikberatkan pada skenario pertempuran udara yang kompleks, seperti menghadapi target kecil yang terbang rendah, menangkal pesawat musuh bersenjata jarak pendek dan menengah, serta mengasah taktik manuver tempur di ketinggian menengah dan rendah.
Selain mengirimkan kapal perang dari Angkatan Laut India (IN), IAF memang tidak mengerahkan jet Su-30MKI ke Rusia. Dalam latihan ini, para penerbang menggunakan jet Su-30SM yang sudah disiagakan.
Perbedaan Spesifik Su-30MKI dan Su-30SM
Menarik untuk dicermati, walau sama-sama merupakan jet tempur bermesin ganda turunan keluarga Su-27 yang dikenal sangat lincah berkat teknologi thrust-vectoring, Su-30SM dan Su-30MKI India menyimpan perbedaan mendasar pada filosofi desain, sistem avionik, jaringan komunikasi, hingga integrasi persenjataannya.
Secara historis, jet tempur Su-30SM buatan Rusia sebenarnya dikembangkan langsung berdasarkan cetak biru dan kesuksesan Su-30MKI yang dipesan khusus oleh India. Kendati demikian, karena perbedaan kebutuhan militer kedua negara serta rantai pasok industri pertahanan mereka, terdapat beberapa perbedaan spesifik yang membedakan kedua varian Flanker ini.
Dari segi asal-usul sistem avionik dan integrasi global, Su-30MKI dirancang sebagai platform hibrida multinasional yang mengawinkan teknologi Rusia dengan perangkat keras serta lunak dari negara-negara Barat dan Israel demi memenuhi standar operasional Angkatan Udara India.
Sebaliknya, meskipun mengadopsi kerangka dasar Su-30MKI, Su-30SM melokalisasi seluruh ekosistem avionik, komputer misi, dan sistem elektroniknya menggunakan teknologi domestik buatan Rusia demi alasan kemandirian pertahanan dan keamanan data militer.
Perbedaan juga tampak pada perangkat radar yang diusung oleh kedua pesawat. Su-30MKI mengandalkan radar pengendali tembakan jenis Bars N011M berteknologi passive electronically scanned array atau PESA, namun kini tengah dipersiapkan untuk ditingkatkan melalui program modernisasi “Super Sukhoi” menggunakan radar AESA lokal buatan India, Virupaksha.
Sementara itu, Su-30SM versi awal umumnya dilengkapi dengan radar seri Bars-R atau Tikhomirov NIIP V004. Kecuali pada varian modernisasi Su-30SM2, pesawat ini telah ditingkatkan dengan komponen yang disesuaikan dengan standar pesawat tempur generasi lebih baru seperti Su-35. So, bila bicara fitur peningkatan, Su-30SM2 adalah varian yang lebih canggih dibanding Su-30SM.
Dari aspek dukungan senjata strategis dan buatan lokal, Su-30MKI memiliki kapabilitas unik untuk mengintegrasikan rudal jelajah supersonik antikapal berukuran besar BrahMos-A serta rudal udara ke udara jarak jauh buatan lokal seperti Astra.
Di sisi lain, Su-30SM tidak membawa rudal BrahMos karena tidak masuk dalam doktrin operasional Rusia, melainkan dioptimalkan untuk menggunakan rangkaian persenjataan standar buatan Rusia seperti rudal R-73 dan R-77 serta berbagai amunisi presisi darat ke udara.
Terakhir, pada sektor mesin dan sistem tenaga, meskipun kedua varian sama-sama dibekali mesin thrust-vectoring berjenis AL-31FP untuk kelincahan ekstrem, varian modern Su-30SM2 milik Rusia belakangan mulai mengintegrasikan peningkatan mesin yang lebih bertenaga mirip dengan mesin AL-41F1S milik Su-35 guna mendongkrak performa terbang dan efisiensi bahan bakarnya.
Jalinan Persahabatan dan Pengalaman Baru
Melalui misi penerbangan langsung dalam latihan Indra 2026, para penerbang Su-30MKI India dapat merasakan secara langsung perbedaan karakter penanganan, tata letak kokpit, serta efektivitas sistem operasional antara varian SM dan MKI. Hal ini menambah wawasan tersendiri, terkait bagaimana para penerbang VKS memaksimalkan jet Su-30SM mereka.
Pengalaman hands-on di Rusia merupakan pengalaman sangat berharga di lapangan, terutama dalam menilai keunggulan serta batasan taktis dari masing-masing sistem. Data dan pengalaman latihan tempur yang diperoleh langsung oleh para pilot IAF di Rusia, menjadi masukan berharga tersendiri yang dapat dievaluasi dan dikembangkan di negara sendiri. (RNS)
