Angkatan Darat AS menguji M139 Volcano, sistem penyebar ranjau otonom

Penyebar ranjau M139 VolcanoUS DoW
Penyebar ranjau M139 Volcano.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat AS (US Army) sedang menguji sistem penempatan ranjau otonom M139 Volcano dalam Proyek Convergence Capstone 6 (PC C6) di Fort Irwin, California.

Uji coba yang dilakukan oleh prajurit dari Divisi Infanteri ke-4 ini dapat mengubah cara unit zeni menciptakan rintangan di medan perang dengan mengurangi paparan pasukan sambil tetap mengikuti operasi intensitas tinggi.

Evaluasi ini berfokus pada apakah kemampuan peletakan ranjau tanpa awak dapat dengan cepat membangun rintangan kontra-mobilitas di lingkungan perang sambil membatasi risiko dihadapi oleh insinyur tempur yang beroperasi di dekat garis depan.

Sejak Era Perang Dingin

Program Autonomous Volcano sendiri bukanlah sistem senjata baru, melainkan adaptasi dari kemampuan yang sudah ada untuk memenuhi persyaratan operasi multidomain.

Program ini menggabungkan alat penyebar ranjau M139 Volcano, yang dikembangkan selama Perang Dingin, dengan menggunakan platform truk PLS (Palletized Load System) A1.

Baca Juga: Saling dukung industri pertahanan Eropa, Prancis akan mengakuisisi penyebar ranjau Baobab-K dan Piorun MANPADS dari Polandia

Kendaraan dilengkapi dengan perangkat lunak penggerak otonom Forterra dan BWASK (By-Wire & Active Safety Kit) yang memungkinkan pengoperasian tanpa pengemudi.

Pendekatan ini memungkinkan Angkatan Darat AS untuk memodernisasi kemampuan teknik yang sudah ada tanpa mengembangkan alat penyebar ranjau baru atau keluarga amunisi baru.

Sebarkan 960 Ranjau

Platform M139 dapat menyebarkan hingga 960 ranjau antikendaraan untuk menciptakan rintangan dengan lebar sekitar 120 m dan panjang 1.100 m.

Sistem ini menggunakan empat rak peluncur yang dikendalikan oleh unit kontrol dispenser, memungkinkan operator untuk mengkonfigurasi beberapa parameter operasional, termasuk urutan pengaktifan, kecepatan penyebaran, kepadatan ranjau, dan waktu penghancuran diri.

Ranjau dapat tetap aktif selama periode mulai dari empat jam hingga lima belas hari. Namun demikian, efektivitas rintangan tersebut bergantung pada kondisi medan, rute yang tersedia, dan jumlah ranjau yang dialokasikan untuk misi tersebut.

Baca Juga: ISDM Zemledeliye, sang penyebar ranjau andalan Rusia untuk menahan laju serangan balik Ukraina

Kehadiran M139 Volcano memberikan unit zeni kemampuan tambahan untuk memblokir jalur pendekatan, memperkuat sayap, mengarahkan formasi lapis baja, dan dengan cepat memasang rintangan tanpa mengekspos awak kendaraan.

Kemampuan untuk menempatkan rintangan dengan cepat tanpa membahayakan awak zeni menawarkan keuntungan taktis yang signifikan karena drone pengintai dan tembakan balasan artileri lawan terus meningkatkan kerentanan operasi zeni tradisional. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *