Cegah antrean hingga 2033, Belanda percepat penambahan sistem pertahanan udara Patriot

MIM-104 PatriotUS Army

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Belanda secara resmi telah menandatangani kontrak dengan perusahaan pertahanan Amerika Serikat, Raytheon (RTX), untuk pengadaan sistem pertahanan udara dan rudal Patriot tambahan.

Kesepakatan senilai 627 juta dolar AS (sekitar Rp9,9 triliun) ini bertujuan untuk memodernisasi dan meningkatkan kapasitas pertahanan udara negara tersebut di tengah meningkatnya ancaman keamanan global.

Penandatanganan kontrak dilakukan pada Selasa, 7 April 2026, di Komando Pertahanan Udara Berbasis Darat (DGLC) di Vredepeel.

Kontrak mencakup akuisisi satu unit tembak (fire unit) lengkap yang terdiri dari stasiun peluncur (launchers), sistem radar canggih, stasiun kendali operasional (command-and-control stations), dan suku cadang dan dukungan logistik.

Menteri Muda Pertahanan Belanda, Derk Boswijk, menyatakan konflik yang terjadi di Ukraina dan Timur Tengah saat ini menjadi pengingat betapa krusialnya memiliki pertahanan udara yang tangguh.

“Itulah sebabnya hari ini saya menandatangani pembelian unit tembak Patriot tambahan untuk memperkuat perlindungan bagi Belanda dan sekutu NATO kami,” ujar Boswijk dalam pernyataan resminya.

Sistem Patriot dikenal sebagai salah satu sistem pertahanan udara paling teruji di medan perang. Sistem ini mampu mencegat berbagai ancaman mulai dari rudal penjelajah, rudal balistik taktis, hingga pesawat terbang.

Dengan pembelian terbaru ini, total unit sistem Patriot yang dimiliki Belanda akan berjumlah lima unit.

Sebagai catatan, satu sistem telah dikirim ke Ukraina pada tahun 2023 untuk membantu pertahanan Kyiv. Dua sistem saat ini ditempatkan di Polandia sebagai bagian dari misi NATO.

Sementara itu, satu sistem tetap siaga di wilayah Belanda, dan satu sistem tambahan yang dipesan tahun lalu masih dalam proses pengiriman.

Raytheon menyatakan akan mempercepat proses produksi guna memenuhi permintaan global yang melonjak.

Belanda memprioritaskan “pesanan mendesak” ini untuk mengamankan slot produksi.

Jika kontrak tidak segera ditandatangani, terdapat risiko jadwal pengiriman akan tertunda hingga tahun 2033 karena antrean produksi internasional yang padat.

Sistem baru ini diharapkan akan dikirim dalam beberapa tahun ke depan dan akan langsung dioperasikan di bawah kendali Komando Pertahanan Udara Berbasis Darat Belanda untuk memastikan kesiapan tempur yang berkelanjutan. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *