Inovasi Baru Lockheed Martin: Roket GMLRS Kini Bisa Diluncurkan dari Kontainer Kargo!
Lockheed MartinAIRSPACE REVIEW – Raksasa teknologi pertahanan AS, Lockheed Martin, berhasil mencatatkan tonggak sejarah baru melalui uji coba penembakan nyata (live-fire) pertama Guided Multiple Launch Rocket System (GMLRS) dari peluncur peti kemas (containerized launcher) terbarunya yang dinamai Kodiak.
Dalam pengujian yang berlangsung sukses pada 12 Agustus 2026 tersebut, Lockheed Martin menggunakan amunisi Reduced-Range Practice Rocket (RRPR) untuk membuktikan keandalan sistem dalam meluncurkan daya gempur ofensif langsung dari sebuah kontainer standar.
Keberhasilan yang diraih hanya beberapa bulan setelah pengujian sistem GRIZZLY ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menyediakan opsi senjata yang efisien secara biaya namun sulit terdeteksi oleh musuh (low-observable).
Fleksibilitas menjadi nilai jual utama dari sistem Kodiak karena mengusung konsep plug-and-play yang sangat adaptif.
Dapat Disebar dengan Cepat
Peluncur berbentuk peti kemas ini dirancang agar dapat diintegrasikan dan disebarkan secara cepat melalui platform udara, darat, maupun laut, sehingga memberi keleluasaan operasional bagi berbagai cabang angkatan bersenjata.
Setiap unit kontainer mampu memuat hingga 12 roket GMLRS, memberikan daya tembak yang masif dan terukur meski diluncurkan dari jejak fisik (footprint) yang sangat ringkas dan tersamar.
Baca Juga: Australia melakukan uji tembak pertama rudal GMLRS untuk HIMARS yang diproduksi di dalam negeri
Penggunaan roket latihan RRPR dalam uji coba ini juga menjadi bukti matangnya kesiapan operasional sistem.
Amunisi yang biasa digunakan oleh awak HIMARS dan M270A2 MLRS ini memastikan bahwa integrasi Kodiak dengan keluarga amunisi MLRS berjalan mulus tanpa hambatan teknis.
Solusi Tempur yang Tangkas
Bagi para komandan di lapangan, kombinasi antara kecepatan, akurasi jarak jauh roket GMLRS, serta kemudahan mobilitas peluncur kontainer ini memberikan kelincahan taktis yang luar biasa untuk memindahkan area operasi sesuai dinamika pertempuran, kata perusahaan dalam pernyataannya.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan kapasitas produksi Lockheed Martin yang kian solid dalam merespons tingginya permintaan pasar global akan roket GMLRS.
Info Lainnya: Singapura perkuat pertahanan dengan roket GMLRS-AW M30A2 dari AS senilai 83 juta USD
Randy Crites, Vice President and General Manager of Lockheed Martin Advanced Programs, mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan meluncurkan uji tembak langsung Kodiak dalam kurun waktu kurang dari enam bulan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan memenuhi seluruh kriteria misi pada percobaan pertama ini membuktikan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi tempur yang tangkas, siap pakai, dan mampu mengimbangi evolusi cepat di medan perang modern. (RW)
