Gantikan Kapal Tua, US Army Luncurkan USAV Craney Island: Pengangkut Tank Abrams
VigorAIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) secara resmi meluncurkan USAV Craney Island, kapal pendarat Maneuver Support Vessel Light/MSV(L) versi produksi pertama yang dirancang untuk memperkuat keandalan logistik militer di perairan dangkal dan pesisir terpencil.
Perkenalan kapal dilaksanakan di galangan kapal Vigor Marine Fabrication di Vancouver, Washington dan menjadi momentum penting dalam modernisasi armada kapal perang Angkatan US Army.
Kapal sepanjang 35,6 meter ini diproyeksikan untuk menggantikan armada veteran Landing Craft Mechanized 8 (LCM-8) yang sudah menua, sekaligus memperluas jangkauan taktis pasukan tempur di kawasan Indo-Pasifik tanpa bergantung pada infrastruktur pelabuhan utama.
Kapal Kedua Program MSV(L)
USAV Craney Island merupakan kapal kedua yang dirampungkan dalam program MSV(L), menyusul kapal prototipe SSG Elroy F. Wells yang telah diluncurkan pada tahun 2022.
Kapal produksi masal pertama ini dijadwalkan akan diserahterimakan secara resmi kepada US Army pada musim gugur 2026 dan rencananya bakal ditempatkan di bawah komando US Army Pacific.
Langkah ini menegaskan fokus strategis Amerika Serikat dalam meningkatkan efisiensi penyaluran logistik terdistribusi, terutama untuk merespons dinamika keamanan dan potensi konflik di kawasan kepulauan pasifik.
Secara teknis, MSV(L) menawarkan peningkatan kemampuan yang sangat signifikan dibandingkan pendahulunya.
Persenjataan dan Daya Jelajah
Mengusung desain lambung tribow monohull hasil kolaborasi dengan BMT, kapal ini memiliki stabilitas dan kemampuan navigasi yang luar biasa di wilayah pesisir maupun jalur air pedalaman.
Dengan lebar 8,6 m dan area dek kargo mencapai hampir 158 m persegi, kapal ini sanggup mengangkut beban hingga 82 ton.
Keunggulan utamanya terletak pada daya muat yang mampu membawa satu unit tank tempur utama M1A2 Abrams, dua kendaraan tempur Bradley, dua kendaraan lapis baja Stryker, atau empat unit Joint Light Tactical Vehicles (JLTV).
Dipersenjatai dengan tiga mesin bertenaga 2.600 tenaga kuda yang dihubungkan ke sistem waterjet, MSV(L) dapat melaju hingga kecepatan 21 knot saat bermuatan penuh dan melampaui 30 knot dalam kondisi kosong, hampir tiga kali lipat lebih cepat dari LCM-8 lama.
Kapal ini memiliki daya jelajah lebih dari 360 mil laut (sekitar 667 km) dengan draft (kedalaman benaman lambung) hanya sekitar 1,2 m saat beban maksimal.
Desain sarat air yang dangkal ini, dipadukan dengan ram pintu depan yang dapat dilipat serta konfigurasi drive-through, memungkinkan kendaraan militer bergerak langsung dari buritan ke haluan untuk mendarat secara cepat di pantai-pantai yang tidak bersahabat atau belum terbangun.
Pesanan Hingga 36 Unit
Fleksibilitas operasional kapal sebelumnya telah dibuktikan dalam serangkaian uji coba ketat di Hawaii.
Prototipe SSG Elroy F. Wells sukses menjalankan simulasi operasi infiltrasi cepat pesisir dengan mengangkut sistem peluncur roket HIMARS ke pantai terpencil, mendaratkannya untuk eksekusi misi tembakan, lalu mengangkutnya kembali sebelum musuh dapat mendeteksi posisinya.
Selain itu, kapal ini juga terbukti mumpuni mendukung misi evakuasi medis darurat setelah dipasangi kontainer modul bedah di atas deknya, memperlihatkan kemampuannya sebagai sarana pendukung medis seluler di antara gugusan pulau.
Program pengerjaan MSV(L) melibatkan lebih dari 300 pekerja di galangan Vigor serta menggandeng lebih dari 40 perusahaan pemasok di Washington State dan berbagai wilayah AS lainnya.
Kontrak induk dengan nilai plafon mencapai 979,79 juta USD (sekitar Rp17,47 triliun) hingga September 2027 ini memberi fleksibilitas pesanan hingga 36 unit, dengan target akuisisi US Army saat ini ditetapkan sebanyak 13 unit.
Kehadiran MSV(L) memberikan US Army opsi logistik mandiri yang lebih lincah dan cepat ketimbang kapal pendarat berat milik US Navy, sekaligus menyulitkan kalkulasi lawan dalam memetakan serta menargetkan pergerakan pasukan AS di wilayah Indo-Pasifik. (RW)
