Rusia Sebut Jet Tempur MiG-29 Ukraina Jatuh Akibat Friendly Fire di Odessa
AFUAIRSPACE REVIEW – Sumber pertahanan Rusia menyebut sebuah jet tempur MiG-29 Angkatan Udara Ukraina yang jatuh di wilayah Region Odessa pada 10 Agustus lalu akibat ditembak oleh pasukan mereka sendiri atau dalam istilah militer disebut friendly fire.
Kantor berita Rusia, TASS, pada Rabu melaporkan hal itu menyusul serangkaian laporan resmi dari pihak Ukraina mengenai insiden di Distrik Berezovka tersebut.
Berdasarkan data yang diunggah oleh Biro Investigasi Negara Ukraina melalui saluran Telegram resminya, jet MiG-29 tersebut mengalami “situasi tidak normal” saat sedang menjalankan misi tempur.
Kondisi tersebut menyebabkan pesawat mengalami kebakaran hingga pilot kehilangan kendali atas jet tempur yang dikemudikannya.
Pihak Angkatan Udara Ukraina sebelumnya juga sempat mengonfirmasi bahwa masalah atau situasi tidak normal itu muncul saat pesawat sedang melakukan peluncuran rudal.
Menanggapi insiden tersebut, Biro Investigasi Negara Ukraina langsung membuka penyelidikan kriminal untuk mengusut tuntas penyebab pasti kecelakaan.
Info Lainnya: MiG-29 Ukraina jatuh saat mencoba menembak drone Geran-2 Rusia
Tim penyidik telah bekerja di lokasi kejadian sepanjang malam untuk mengumpulkan bukti dan menginterogasi para saksi serta personel militer yang terlibat, sementara proses pencarian kotak hitam (flight recorder) milik pesawat masih terus dilakukan.
Kecelakaan yang melibatkan MiG-29 Ukraina tersebut menjadi insiden kehilangan pesawat tempur kedua bagi Kyiv dalam kurun waktu kurang dari dua minggu.
Sebelumnya pada 29 Juli, Ukraina juga baru saja kehilangan sebuah jet tempur F-16 setelah timbul situasi tidak normal di udara yang memaksa sang pilot untuk melakukan evakuasi dengan kursi lontar.
Digunakan Sejak 1992
Angkatan Udara Ukraina secara resmi mulai mengoperasikan armada MiG-29 (NATO: Fulcrum) pada tahun 1992, menyusul pembubaran Uni Soviet pada akhir tahun 1991.
Saat aset militer dibagikan ke negara-negara pecahan Soviet, Ukraina mewarisi salah satu armada udara terbesar di Eropa, termasuk sekitar 220 unit jet tempur ringan MiG-29 dan puluhan pesawat tempur superioritas udara Su-27 (NATO: Flanker).
Selama dekade 1990-an hingga 2000-an, pasangan MiG-29 dan Su-27 menjadi tulang punggung utama pertahanan udara Angkatan Udara Ukraina.
Ukraina juga mengoperasikan pesawat penyerang darat Su-25 dan pembom taktis Su-24, yang pemeliharaan serta modifikasinya ditangani oleh industri pertahanan dalam negeri seperti Ukroboronprom.
Dimodifikasi Agar Bisa Membawa Senjata Barat
Ketika konflik berskala besar dengan Rusia pecah pada Februari 2022, Ukraina mengandalkan jet-jet era Soviet yang tersisa untuk mempertahankan ruang udaranya.
Agar tetap relevan di medan tempur modern, armada MiG-29 dan Su-27 Ukraina dimodifikasi secara mendadak untuk dapat mengusung amunisi presisi pasokan Barat, seperti rudal antiradiasi AGM-88 HARM dan bom terpandu JDAM-ER.
Memasuki fase modernisasi skala besar, Ukraina kini bertransisi secara bertahap menuju platform tempur standar NATO.
Kehadiran jet tempur F-16 Fighting Falcon dari koalisi negara Barat dan pengiriman Mirage 2000 dari Prancis mulai mengisi kekuatan tempur baru untuk menggantikan kerugian armada lama sekaligus mengakhiri era ketergantungan pada jet tempur buatan Soviet. (RNS)
