Lebih Efektif Dibanding Jet, Helikopter Ka-52 Rusia Kini Bertransformasi Jadi Pemburu Drone

La-52Max Briansky
Helikopter serang Ka-52 Alligator Rusia.

AIRSPACE REVIEW – Rusia dilaporkan telah meningkatkan kemampuan tambahan pada helikopter serang Ka-52 Alligator untuk mencegat drone, dengan dibekali rudal berpemandu udara ke darat Vikhr yang telah dimodifikasi.

Informasi tersebut diungkapkan oleh Kalashnikov Group pada 10 Agustus 2026 kepada kantor berita TASS.

Perubahan ini memberikan militer Rusia kemampuan antidrone bergerak yang dapat menghadapi ancaman udara tanpa hanya bergantung pada pertahanan udara berbasis darat.

Modifikasi dari Rudal Antitank

Senjata antidrone baru Ka-52 ini adalah Vikhr yang telah dimodifikasi, dengan menambahkan sensor target non kontak ke rudal yang awalnya dirancang untuk menghancurkan kendaraan lapis baja.

Konversinya menyoroti tren medan perang yang lebih luas menuju adaptasi senjata dan platform berawak yang ada untuk misi antidrone, karena pesawat tanpa awak telah menjadi ancaman yang semakin gigih.

Info Lain: Setelah Ka-32T, kini Penerbad dilaporkan akan mengadopsi helikopter serang Ka-52 dari Rusia

Signifikansi pengembangan Vikhr baru ini tidak hanya terletak pada kemampuan rudal untuk mengenai target udara, tetapi juga pada modifikasi terhadap senjata antitank yang sudah mapan, sekaligus menghemat biaya pengembangan, dibandingkan membangun rudal baru sama sekali.

Telah Digunakan Dalam Perang

Perwakilan Kalashnikov Group, Lushnikov, mengatakan kepada TASS bahwa senjata yang telah dimodifikasi tersebut sudah beroperasi dalam konfigurasi udara ke udara dalam pertempuran di Ukraina.

Rudal tersebut mempertahankan arsitektur panduan berbasis laser. Rudal Vikhr mengikuti jalur panduan laser sementara operator senjata pada helikopter terus melacak target dan memberikan penunjuk selama pertempuran.

Info Lain: KRTV sediakan rudal jelajah jarak pendek Kh-MD-E berjangkauan 40 km untuk helikopter Ka-52

Penggunaan helikopter untuk memburu drone juga lebih efektif dan efisien dibandingkan menggunakan pesawat tetap seperti jet Yak-130M misalnya.

Kecepatan yang lambat pada helikopter cocok untuk memburu drone yang terbangnya juga tidak terlalu cepat, serta biaya operasionalnya juga lebih rendah. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *