Panaskan Suasana Jelang Latihan AS-Korsel, Korea Utara Tembakkan Rudal Sejauh 700 Km
KCNAAIRSPACE REVIEW – Korea Utara dilaporkan telah menembakkan rudal balistik dari daerah Wonsan di pantai timurnya pada hari Rabu (12/8). Rudal meluncur sejauh 700 km sebelum jatuh ke perairan di sebelah timur Semenanjung Korea.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (HCS) mendeteksi peluncuran tersebut sekitar pukul 6 pagi waktu setempat, sementara otoritas Jepang menilai bahwa rudal tersebut mendarat di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.
Peluncuran tersebut merupakan penembakan rudal balistik kesebelas yang dilakukan Korea Utara sejak awal tahun 2026.
Peluncuran terbaru terjadi hanya enam hari setelah peluncuran sebelumnya, juga dari Wonsan pada 6 Agustus, yang diidentifikasi oleh militer Korea Selatan juga sebagai rudal balistik jarak pendek.
Menariknya, uji terbaru ini dilakukan saat pasukan AS dan Korea Selatan tengah bersiap untuk latihan militer tahunan besar-besaran bersandi Ulchi Freedom Shield, yang akan dilaksanakan selama 11 hari, mulai 17 Agustus.
Rudal Balistik Taktis KN-23
Seoul belum secara publik mengidentifikasi jenis rudal yang diluncurkan Korea Utara, meskipun jangkauannya telah diketahui sejauh 700 km, umumnya dikaitkan dengan rudal balistik taktis jarak pendek.
Namun demikian, para analis memperkirakan rudal balistik tersebut adalah jenis Hwasong-11A, yang biasa disebut di Barat sebagai KN-23.
Rudal KN-23 ini sering dibandingkan dengan Iskander-M Rusia karena kemiripan spesifikasi dan kemampuannya.
KN-23 yang menggunakan berbahan bakar padat ini diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 700 hingga 800 km tergantung pada varian dan profil penerbangannya.
Baca Juga: Ukraina temukan kawah rudal kedua Korea Utara, akurasi KN-23 kembali dipertanyakan
Sebanyak dua rudal diangkut menggunakan kendaraan pengangkut-peluncur (TEL), berpenggerak 8×8 buatan lokal. Konfigurasinya yang mobile memungkinkan peluncur untuk menyebar sebelum menembak.
Sementara lintasan penerbangannya yang relatif rendah dan kemampuan manuvernya dapat mempersulit operasi pencegatan oleh sistem pertahanan antirudal lawan.
Menjadi daya gentar, selain hulu ledak konvensional, KN-23 juga dirancang untuk dapat membawa hulu ledak nuklir taktis. (RBS)
