Setelah Ka-32T, kini Penerbad dilaporkan akan mengadopsi helikopter serang Ka-52 dari Rusia

Helikopter Ka-52 Rusia dan Ka-32 TNI ADVia X, Mil.ru
Helikopter Ka-52 Rusia dan Ka-32 TNI AD.

AIRSPACE REVIEW – Indonesia dilaporkan tengah mengincar beberapa produk kedirgantaraan buatan Rusia untuk pengadaan periode 2025 hingga 2030, seperti diberitakan oleh situs berita sains dan teknologi www1.ru baru-baru ini.

Di antara produk yang diminati adalah jet tempur generasi kelima Su-57E dan Su-35 generasi 4,5, pesawat tanker Il-78MK-90A, helikopter serang Ka-52E, helikopter angkut Mi-17, dan drone.

Diantara produk paling menonjol adalah pesawat angkut berat multi peran Il-78MK-90A yang dapat diubah menjadi tanker udara, konon kabarnya untuk mengisi Skadron Udara 34 yang baru.

Helikopter Kamov

Produk lainnya yang menjadi perbincangan hangat netizen lokal penggemar dunia kemiliteran adalah helikopter serang kelas berat Ka-52 rancangan Biro Desain Kamov.

Helikopter yang dijuluki NATO sebagai Hokum-B ini adalah helikopter serang andalan militer Rusia selain Mil Mi-28 Havoc.

Ka-52 dirancang untuk misi pengintaian bersenjata, menghancurkan tank, kendaraan lapis baja, hingga target udara. Heli dapat beroperasi dalam segala cuaca, siang dan malam.

Menggunakan dua rotor utama yang berputar berlawanan arah tanpa baling-baling ekor, desain ini memberikan kelincahan tinggi, kemampuan manuver ekstrem, dan efisiensi saat hovering (melayang di tempat).

Berbeda dengan mayoritas helikopter serang dunia yang menggunakan kokpit tandem (depan-belakang), pilot dan operator senjata Ka-52 duduk berdampingan (side-by-side). Hal ini mempermudah koordinasi langsung di kokpit.

Baca Juga: Dokumen industri militer Rusia bocor: Moskow akan mengirim 50 helikopter serang Ka-52M ke China dan melatih spesialis produksi senjata

Cukup menarik, Ka-52 (dan sebelumnya Ka-50), merupakan satu-satunya helikopter serang di dunia yang dilengkapi sistem kursi lontar (K-37-800M) untuk keselamatan awaknya dalam kondisi darurat.

Bersama dengan Mi-28, Ka-52 terlibat aktif dalam berbagai operasi militer Rusia, termasuk intervensi di Suriah dan secara intensif dalam Perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung saat ini.

Operator utama helikopter serang Ka-52 saat ini adalah Angkatan Kedirgantaraan Rusia dan Penerbangan Angkatan Laut Rusia (versi Ka-52K).

Sedangkan pengguna asing satu-satunya adalah Penerbangan Angkatan Laut Mesir yang mengoperasikan sejumlah Ka-52K versi ekspor yang dijuluki Nile Crocodile (Buaya sungai Nil).

Ka-32T TNI AD

Pengadaan Ka-52 oleh Indonesia masih sebatas rumor, namun menariknya Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) telah mengoperasikan sebuah helikopter berteknologi Rotor Koaksial rancangan Kamov.

Helikopter yang dimaksud adalah helikopter angkut serbaguna jenis Ka-32T Helix-C, yang diperoleh dalam kondisi seken (tidak baru).

Baca di Sini: Puspenerbad operasikan dua helikopter baru buatan Rusia: Mi-8AMT dan Ka-32T

Bila dilihat secara detail berdasarkan foto yang beredar di platform media sosial, Ka-32T Puspenerbad memiliki kesamaan dengan helikopter milik Artic Group (UR-CIR), maskapai yang berbasis di Ukraina. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. iwan pansir berkata:

    Kembali kejalan yg benar seperti dwikora, terkuat se asean

  2. Lumpia rebung berkata:

    Rumah saya dekat bandara A Yani, dari 1977 domisili sy tetap di sini. Yg khas dari heli2 Rusia tu bunyi cit cit cit dari mesinnya saat terbang lebih santer drpd heli buatan barat. Ka 32 itu juga sudah saya lihat saat terbang melintas di atas rumah saya. Bunyi cit cit cit nya kenceng, Mi35 juga begitu. Kalau Apache suaranya aluuuuss sekali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *