Dokumen industri militer Rusia bocor: Moskow akan mengirim 50 helikopter serang Ka-52M ke China dan melatih spesialis produksi senjata

Ka-52MOleg Ivanchenko

AIRSPACE REVIEW – Media mengungkap dokumen industri militer Rusia yang bocor, di mana Moskow akan mengirimkan hampir 50 helikopter serang Ka-52M ke China dan melatih para spesialis industri senjata di negara itu.

Rencana tersebut muncul di tengah tekanan sanksi Barat dan situasi keuangan yang sulit di Rusia, serta minat Beijing terhadap sistem persenjataan Rusia yang digunakan dalam perang di Ukraina.

United24 melaporkan, sejak tahun 2017 sebuah kontrak ditandatangani antara entitas pertahanan Rusia dan perusahaan China, NORINCO, untuk transfer teknologi militer guna memproduksi propelan bulat, yang sangat penting bagi industri pertahanan.

Namun selama beberapa tahun, proyek tersebut secara efektif tetap tidak aktif karena kegagalan pelanggan untuk melakukan pembayaran tepat waktu.

Dalam surat resmi dari Institut Penelitian Produk Kimia Negara Kazan (GOSNIIKHP) kepada Pabrik Bubuk Perm pada Agustus 2024, secara eksplisit disebutkan bahwa penundaan tiga tahun dari pelaksanaan kontrak, disebabkan oleh tidak adanya pembayaran oleh pelanggan.

Kini proyek tersebut telah dilanjutkan, melalui dorongan di tahun 2024, dengan usulan untuk menyelenggarakan produksi di lokasi dan pelatihan spesialis China. Setahun berikutnya, 2025, kerja sama telah mencapai tingkat operasional.

Jadwal pelatihan menunjukkan bahwa pada Juni 2025, spesialis China bersama dengan para ahli dari GOSNIIKHP, menyelesaikan siklus produksi lengkap, mulai dari persiapan bahan baku dan dosis komponen hingga pembentukan propelan dalam reaktor, flegmatisasi, pengeringan, penyortiran, serta kontrol kualitas produk jadi.

Akses spesialis asing ke jalur produksi diberikan berdasarkan izin khusus dan dikoordinasikan dengan Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB).

Program pelatihan Pabrik Bubuk Perm secara eksplisit mendefinisikan sifat teknologi yang ditransfer ke mitra. Ini termasuk produksi propelan berbentuk bola untuk amunisi kaliber 5,45 mm, 5,6 mm, dan 12,7 mm, serta untuk sistem mortir 82 mm.

Bagian-bagian program tersebut dikhususkan untuk otomatisasi produksi, kontrol kualitas, dan karakteristik balistik

Selain pelatihan personel, proyek ini juga mencakup pemasangan dan adaptasi jalur produksi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Ini bukan tentang penyediaan peralatan individual, tetapi tentang transfer solusi teknologi, rezim produksi, dan metodologi kontrol kualitas secara komprehensif.

Selain transfer teknologi, dokumen pabrik yang bocor juga menyebut bahwa pada April 2022, dua bulan setelah Perang Rusia-Ukraina pecah, dokumentasi disiapkan untuk pengiriman 48 helikopter serang Ka-52M ke China.

Secara keseluruhan, dokumen-dokumen tersebut menunjukkan sifat komprehensif kerja sama antara Rusia dan China.

Moskow secara bersamaan mentransfer teknologi militer yang sangat penting, melatih personel, mengerahkan jalur produksi, dan memasok platform tempur yang sudah jadi.

Meskipun secara resmi netral dalam perang di Ukraina, China membantu Rusia mempertahankan output militernya melalui kemitraan teknologi dan kontrak jangka panjang.

Ka-52M

Ka-52M Super Alligator adalah versi modernisasi paling radikal dari helikopter serang Ka-52 standar milik Rusia. Varian “M” dirancang berdasarkan pengalaman tempur nyata Rusia di Suriah dan Ukraina untuk memperbaiki kelemahan fatal yang ditemukan di medan perang.

Ka-52M dilengkapi dengan rudal LMUR (Izdeliye 305). Ini adalah “senjata rahasia” Ka-52M. Ini adalah rudal jelajah ringan dengan jangkauan hingga 25 km, yang memungkinkan helikopter menembak target dari jarak yang aman.

Heli juga dilengkapi rudal Vikhr versi upgrade dengan sistem pemandu yang lebih stabil. Selain itu ada meriam 30 mm 2A42 dengan akurasi yang ditingkatkan melalui integrasi sistem kontrol tembakan baru.

Ka-52M tidak lagi hanya mengandalkan penglihatan visual yang terbatas. Heli ini dilengkapi radar AESA RZ-001 Rezets, yang memungkinkan deteksi target darat (seperti grup tank) dari jarak 45 km dan target udara pada jarak yang lebih jauh.

Ada juga OES-52, yaitu sistem turet elektro-optik yang jauh lebih sensitif. Perangkat ini memungkinkan pilot mendeteksi dan mengunci target di malam hari atau cuaca buruk dengan resolusi jauh lebih tinggi.

Belajar dari pengalaman perang di Ukraina, Ka-52M dilengkapi dengan sistem peperangan elektronik L418 Monobloc, yang dapat secara otomatis mendeteksi rudal yang datang, mengacak radar musuh, dan melepaskan flare/chaff secara cerdas.

Ka-52, termasuk varian M, dilengkapi kursi lontar K-37-800M, menjadikannya satu-satunya helikopter serang di dunia yang dilengkapi kursi lontar. Pada varian M, sistem ini diperbarui sehingga lebih responsif dalam kondisi darurat ekstrem.

Dalam hal struktur, Ka-52M menggunakan lebih banyak material modern untuk mengurangi berat namun meningkatkan ketahanan terhadap tembakan kaliber kecil. (RNS)

You may also like...

2 Responses

  1. Widya Satria Budhi says:

    “Moskow secara bersamaan mentransfer teknologi militer yang sangat penting, melatih personel, mengerahkan jalur produksi, dan memasok platform tempur yang sudah jadi.”

    Ada uang ada barang, sepertinya karena urusan ‘fulus’ walau bersekutu Rusia lupa dengan sejarah dengan Tiongkok soal sengketa hak cipta alutsistanya 🤔

  2. drg.Rahmat Adi Prayitno PW says:

    HELI Serang Canggih ini nih yg Seharusnya diBorong Om WoWo, min.Borong 20 heli bisa kali. Soal CAATSA kan kan Indo udh Gabung Board of Peacenya TRUMP, jadi Amanlah Gak bakal kena CAATSA karena secara Tidak langsung Indo udh jadi sekutu israel 🤣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *