Kehilangan Ekor di Langit Irak, Pesawat Tanker KC-135 Selamat hingga Tiba di AS

Pesawat KC-135 USAF yang kehilangan ekor di Irak tiba di ASVia Aeronews
Pesawat KC-135 USAF yang kehilangan ekor di Irak tiba di AS.

AIRSPACE REVIEW – Sebuah peristiwa dramatis yang memperlihatkan keajaiban dunia penerbangan militer kembali terungkap. Pesawat tanker pengisi bahan bakar di udara KC-135 Stratotanker Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dengan nomor seri 63-8017 akhirnya berhasil tiba di Pangkalan Angkatan Udara Tinker, Oklahoma.

Kedatangan pesawat ini menjadi sorotan utama karena beberapa bulan sebelumnya, pesawat tua tersebut mengalami kerusakan yang sangat fatal akibat insiden tabrakan di udara saat menjalankan misi di atas langit Irak.

Operasi Epic Fury

Tragedi itu terjadi pada 12 Maret 2026 di tengah berlangsungnya Operasi Epic Fury. Dalam sorti pertempuran yang intens, pesawat KC-135 bernomor seri 63-8017 terlibat tabrakan udara yang menghancurkan dengan pesawat tanker mitranya yang menggunakan tanda panggil Zeus 95.

Benturan keras tersebut berdampak fatal bagi pesawat mitra yang langsung jatuh dan menewaskan seluruh krunya yang berjumlah enam orang.

Baca di Sini: Pentagon merilis nama enam kru pesawat tanker KC-135 USAF yang jatuh di Irak

Di sisi lain, dampak benturan tersebut menyapu bersih hampir separuh dari sirip tegak (vertical stabilizer) dan ekor pesawat 63-8017, meninggalkannya dalam kondisi yang sangat tidak stabil di ketinggian.

Meskipun secara teknis aerodinamika pesawat kehilangan daya kendali utama di bagian belakang, kru pesawat secara luar biasa berhasil menjaga kontrol dan melakukan tindakan darurat yang tergolong sebagai salah satu pendaratan paling ajaib dalam sejarah penerbangan militer terkini.

Pesawat berhasil diarahkan keluar dari zona konflik dan melakukan pendaratan darurat dengan selamat di Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv, Israel.

Terpotong dan Terkelupas

Foto-foto yang beredar tak lama setelah kejadian memperlihatkan pemandangan mengerikan di mana bagian belakang pesawat tampak terpotong dan terkelupas.

Setelah berbulan-bulan menjalani penanganan darurat awal di Tel Aviv, proses evakuasi panjang pun dimulai.

Tim teknisi militer memasangkan ekor donor sementara yang diambil dari armada cadangan agar pesawat dapat melakukan penerbangan jarak jauh melintasi samudra.

Pada awal Agustus 2026, pesawat bernomor 63-8017 terlihat transit di Pangkalan Udara RAF Mildenhall di Inggris dengan penampilan unik membawa ekor pengganti.

Dari Inggris, pesawat melanjutkan penerbangan transatlantik hingga akhirnya mendarat dengan aman di Pangkalan AU Tinker, Oklahoma.

Programmed Depot Maintenance

Pangkalan AU Tinker dipilih karena merupakan rumah bagi unit Expeditionary Depot Maintenance Flight (EDMX) di bawah Oklahoma City Air Logistics Complex.

Fasilitas ini merupakan satu-satunya tempat khusus milik Angkatan Udara AS yang memiliki kapabilitas dan spesialisasi dalam melakukan perbaikan kerusakan akibat pertempuran (Aircraft Battle Damage Repair) untuk seluruh armada pesawat tanker dan pembom strategis.

Di fasilitas tersebut pesawat 63-8017 akan menjalani Programmed Depot Maintenance (PDM) secara menyeluruh.

Dalam proses PDM ini, para teknisi akan membongkar, menginspeksi, serta memperbaiki seluruh struktur rangka dan sistem internal pesawat yang mengalami tekanan ekstrem saat tabrakan terjadi.

Pihak USAF menyatakan bahwa waktu rata-rata untuk pemeliharaan PDM berkala biasanya memakan waktu sekitar 155 hari.

Baca Juga: Terkini, pesawat tanker KC-135 USAF jatuh di Irak, CENTCOM: Bukan karena tembakan, satu pesawat lain berhasil mendarat dengan selamat

Namun, mengingat besarnya kerusakan struktural yang dialami oleh pesawat KC-135 ini, proses pemulihan diperkirakan akan memakan waktu lebih lama tergantung pada temuan teknis selama inspeksi mendalam.

Kedatangan pesawat KC-135 ini di Oklahoma bukan hanya sekadar kepulangan sebuah pesawat untuk diperbaiki, tetapi juga menjadi bukti nyata keahlian para kru dan teknisi militer dalam menyelamatkan aset strategis bernilai tinggi.

Keberhasilan menerbangkan kembali pesawat berusia lebih dari enam dekade yang kehilangan bagian ekornya ini kini menjadi pelajaran berharga dalam sejarah pemeliharaan armada udara di tengah kondisi perang modern. (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *