Ilyushin Il-78M-90A: Monster pengisi bahan bakar udara generasi baru Rusia
Roni Sontani/ARAIRSPACE REVIEW – Pengembangan kekuatan udara modern sangat bergantung pada kemampuan pengisian bahan bakar di udara (aerial refuelling) untuk memperluas jangkauan operasional dan durasi penerbangan pesawat tempur maupun pembom strategis. Rusia merealisasikan kebutuhan vital ini melalui peluncuran pesawat tanker generasi baru Il-78M-90A yang dikembangkan oleh Ilyushin Aviation Complex dan diproduksi oleh Aviastar-SP di bawah naungan United Aircraft Corporation (UAC).
Berbasis pada platform pesawat angkut militer berat Il-76MD-90A, pesawat yang melakukan penerbangan perdananya pada Januari 2018 ini dirancang untuk menggantikan armada Il-78 dan Il-78M era Soviet yang telah menua, sekaligus memberikan kemampuan operasional yang jauh lebih efisien dan fleksibel.
Keunggulan Multiperan
Dari segi konstruksi dan arsitektur rangka udara, Il-78M-90A memiliki dimensi panjang 46,6 meter, tinggi 14,76 meter, dan rentang sayap sepanjang 50,5 meter dengan luas area sayap mencapai 300 meter persegi. Modifikasi struktural signifikan pada bagian sayap memungkinkan integrasi dua tangki bahan bakar internal baru berkapasitas total 111.940 liter.
Selain itu, kompartemen kargo berdiameter 4,8 meter dapat memuat tangki modul tambahan sebesar 50.300 liter, sehingga total kapasitas bahan bakar yang dibawa pesawat ini melebihi 162.200 liter. Untuk menopang peningkatan bobot lepas landas maksimum (maximum take-off weight/MTOW) yang mencapai 220 ton, struktur sasis pendaratan (landing gear) pada roda hidung dan roda utama telah diperkuat secara khusus.
Salah satu nilai tambah utama dari Il-78M-90A terletak pada konsep desainnya yang terintegrasi secara modular. Jika tidak sedang ditugaskan dalam misi pengisian bahan bakar, tangki modul di dalam ruang kargo dapat dilepas dengan mudah, dan dengan tetap dipertahankannya pintu pendarat belakang (rear cargo ramp), pesawat ini dapat dikonversi dengan cepat menjadi armada angkut kargo berat, pesawat pemadam kebakaran udara, hingga sarana evakuasi medis udara.
Keunggulan multiperan ini memberikan fleksibilitas taktis yang amat tinggi bagi komando penerbangan militer dalam mengoptimalkan penggunaan satu jenis platform udara untuk berbagai jenis misi darurat maupun logistik.
Sistem Transfer BBM dan Kokpit Digital
Sistem transfer bahan bakar pesawat ini mengandalkan tiga pod pengisi tipe UPAZ-1M yang mutakhir dengan metode hose-and-drogue. Dua pod yang terpasang di bawah masing-masing sayap utama dilengkapi unit pompa turbo TNA-150M untuk melayani pengisian bahan bakar secara simultan bagi dua pesawat tempur garis depan seperti Su-30, Su-35, hingga MiG-35.
Sementara itu, satu pod yang terpasang di sisi kanan belakang badan pesawat difungsikan khusus untuk menyuplai armada jarak jauh atau pesawat berukuran besar, seperti pembom strategis Tu-95MS dan Tu-160, atau pesawat sistem peringatan dini dan kontrol udara AWACS A-50. Masing-masing pod UPAZ-1M tersebut mampu mengalirkan bahan bakar dengan laju transfer yang sangat tinggi, berkisar antara 2.300 hingga 3.000 liter per menit.
Pengoperasian Il-78M-90A kini jauh lebih modern berkat penerapan digital glass cockpit yang menggantikan instrumen analog penerbangan terdahulu. Kokpit ini menyatukan layar tampilan instrumen elektronik (multi-function displays) dengan komputer penerbangan canggih yang mengintegrasikan sistem navigasi otomatis, kontrol penerbangan digital, sistem komunikasi terenkripsi, serta pemantauan otomatisasi transfer bahan bakar secara presisi.
Langkah modernisasi avionik ini secara signifikan mereduksi tingkat beban kerja enam orang awak pesawat di dalam ruang kemudi, sekaligus meningkatkan tingkat keselamatan dan efisiensi misi saat beroperasi dalam kondisi iklim maupun cuaca yang ekstrem.
Mesin Turbofan yang Lebih Kuat dan Efisien
Sektor dapur pacu Il-78M-90A didukung oleh empat mesin turbofan dua-poros PS-90A-76 hasil manufaktur Perm Engine Company (PMZ). Mesin modern ini mampu menghasilkan total daya dorong hingga 64.000 kgf dan mencatatkan efisiensi konsumsi bahan bakar 12 hingga 14 persen lebih irit dibandingkan mesin D-30KP pada varian Il-78 versi terdahulu.
Selain meningkatkan jarak jelajah pesawat tanker itu sendiri dan menyisakan pasokan bahan bakar cadangan yang lebih besar untuk ditransfer, mesin PS-90A-76 juga telah memenuhi standar kebisingan dan emisi internasional ICAO Annex 16 Chapter 4.
Dengan perpaduan avionik digital, mesin yang efisien, serta kapasitas muatan yang masif, Il-78M-90A memastikan proyeksi kekuatan penerbangan militer dapat dilakukan dengan jangkauan lebih jauh, respons lebih cepat, dan efisiensi operasional yang optimal.
Penerbangan Perdana dan Prospek Ke Depan
Pesawat tanker Il-78M-90A melakukan penerbangan perdananya pada 25 Januari 2018 di fasilitas produksi Aviastar-SP, Ulyanovsk, Russia. Penerbangan uji coba perdana yang berlangsung selama 35 menit tersebut dipimpin langsung oleh pilot penguji utama Ilyushin, Nikolai Kuimov.
Kementerian Pertahanan Rusia secara resmi telah menandatangani kontrak pengadaan 10 unit pesawat ini dengan pihak pabrikan pada akhir tahun 2020, dengan rencana jangka panjang mencapai 30 unit.
Baca di Sini: Aviastar-SP akan pasok 10 pesawat tanker Il-78M-90A ke Kemhan Rusia
Namun, fokus lini produksi pabrik Aviastar di Ulyanovsk selama beberapa tahun terakhir lebih diprioritaskan untuk mengejar target pengiriman varian angkut militer Il-76MD-90A. Meski demikian, unit-unit produksi serialnya tetap dalam tahapan pengerjaan.
Varian MK Telah Diperbarui
Secara garis besar, huruf “M” pada Il-78M-90A merujuk pada varian Modernized (modernisasi standar untuk kebutuhan Angkatan Dirgantara Rusia). Sementara “MK” merujuk pada varian Modernized Commercial/Export (versi ekspor multiperan yang ditawarkan ke pasar internasional).
Perbedaan utama Il-78MK-90A terletak pada tingkat fleksibilitas konversi multiperan yang diusungnya. Pesawat varian ekspor Il-78MK-90A dirancang secara khusus agar dapat dikonversi dengan sangat cepat menjadi tiga fungsi berbeda, yakni pesawat tanker pengisi bahan bakar udara, pesawat kargo angkut berat, atau pesawat evakuasi medis darurat.
Baca Juga: Il-78M-90A, Tanker Udara Terbaru Rusia untuk Jet Tempur Su-35 dan Su-57
Tangki bahan bakar modul tambahan yang berada di dalam ruang kargo Il-78MK-90A dibuat dapat dilepas-pasang (removable) dalam waktu singkat, sehingga ruang kargonya dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk memuat hingga 52 ton kargo atau mengangkut personel dan evakuasi medis jika tidak sedang menjalankan misi tanker.
Negara Pengguna Tanker Il-78
Selain Angkatan Dirgantara Rusia (VKS), pesawat tanker seri Ilyushin Il-78 beserta varian turunannya dioperasikan oleh beberapa angkatan udara di berbagai negara.
Angkatan Udara India (IAF) menjadi salah satu operator utama dengan mengoperasikan enam unit varian Il-78MKI yang berbasis di Pangkalan Udara Agra sejak awal tahun 2000-an. Pesawat ini telah dimodifikasi menggunakan sistem hose-and-drogue khusus untuk melayani pengisian bahan bakar udara bagi armada jet tempur Su-30MKI, Mirage 2000, hingga MiG-29K.
Baca di Sini: Tanker Il-78MKI beroperasi dari Bandara Juanda, cegat 4 Rafale India untuk isi BBM di langit RI
Di kawasan Asia Selatan, Angkatan Udara Pakistan (PAF) juga mengoperasikan empat unit Il-78MP yang diperoleh dari pasokan surplus Ukraina pada kurun waktu 2009 hingga 2011. Pesawat ini bersifat serbaguna karena dapat dikonversi dengan cepat menjadi armada kargo berat maupun tanker untuk menyuplai bahan bakar bagi jet tempur JF-17 Thunder, Mirage III/V, dan J-10C.
Di kawasan Asia Timur, Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) memperoleh tiga unit Il-78 bekas dari Ukraina pada periode 2014 hingga 2016 setelah melalui proses perbaikan menyeluruh (overhaul). Kehadiran pesawat tanker ini dimanfaatkan oleh China untuk memperluas radius operasional jet tempur Su-30MKK dan J-16 milik mereka.
Sementara itu di Afrika Utara, Angkatan Udara Aljazair mengoperasikan armada Il-78 untuk mendukung jangkauan dan daya jelajah skuadron jet tempur Su-30MKA di wilayah strategis kawasan tersebut.
Dalam catatan sejarahnya, Ukraina sempat mewarisi sejumlah armada Il-78 pasca-pembubaran Uni Soviet, sebelum akhirnya sebagian besar unit tersebut dijual ke negara lain seperti Pakistan dan China, atau dikonversi kembali menjadi pesawat kargo murni.
Selain itu, Libya juga tercatat pernah memesan satu unit varian Il-78E pada era 1980-an, meski keberadaannya kini sudah tidak aktif lagi di dalam layanan operasional militer. (RNS)
