Tanker Il-78MKI beroperasi dari Bandara Juanda, cegat 4 Rafale India untuk isi BBM di langit RI
IAF/India EmbassyAIRSPACE REVIEW – Sebuah pesawat tanker Ilyushin Il-78MKI Angkatan Udara India (IAF) beroperasi dari Bandara Juanda, Surabaya pada Jumat (17/7). Pesawat tanker raksasa ini terbang dari Surabaya khusus untuk melakukan pengisian bahan bakar di udara (AAR) bagi empat jet tempur Rafale IAF yang terbang menuju Darwin, Australia, untuk mengikuti latihan pertempuran udara multinasional, Exercise Pitch Black 2026.
Beroperasinya pesawat tanker India dari Surabaya, mencerminkan hubungan pertahanan yang baik antara Indonesia dan India. Pihak Kedutaan Besar India di Jakarta secara resmi membagikan momen bersejarah tersebut melalui unggahan di akun media sosial X mereka.
“Memperkuat kemitraan India-Indonesia, IL-78 Air-to-Air Refueller Angkatan Udara India beroperasi dari Bandara Juanda, Surabaya,” tulis Kedubes India.
Baca Juga: Teman Baru Su-30MK2 TNI AU, Su-30MKI India Bisa Jadi Partner Latihan
Pihak kedutaan menambahkan bahwa operasi ini dilakukan untuk mendukung pengisian bahan bakar jet tempur Rafale yang melintasi wilayah udara RI.
“Kedutaan dan para prajurit udara India berterima kasih serta mengapresiasi bantuan dan kesempatan yang diberikan Pemerintah RI,” tambah pernyataan tersebut. Pihak India sangat menghargai keputusan Indonesia yang telah mengizinkan platform militer milik IAF untuk beroperasi langsung dari wilayah tanah air.
Kontingen IAF Tiba di Darwin
Berkat dukungan teknis dan logistik yang lancar di Surabaya, rombongan jet tempur India berhasil mendarat di Australia pada hari yang sama. Komisi Tinggi India di Canberra mengonfirmasi kedatangan kontingen IAF ini secara resmi melalui pernyataan mereka di akun media sosialnya.
“Kami bangga menyambut kontingen IAF yang terdiri dari empat pesawat Rafale dan dua pesawat angkut berat C-17 Globemaster III,” tulis pihak Komisi Tinggi.
Selain armada pesawat tempur dan angkut strategis, India juga menyertakan lebih dari 120 personelnya ke RAAF Base Darwin. Misi diplomatik India menegaskan bahwa pengerahan kekuatan udara ini mencerminkan komitmen kuat India untuk mempererat kemitraan militer.
Baca Juga: IAF andalkan 4 Su-30MKI di Exercise Pitch Black 2022
Langkah ini juga ditujukan untuk meningkatkan koordinasi operasional bersama negara-negara sahabat di kawasan Indo-Pasifik.
“Selama tiga minggu ke depan, prajurit kami akan terbang bersama rekan-rekan dari negara peserta untuk meningkatkan interoperabilitas,” lanjut pernyataan mereka. Ditambahkan bahwa latihan ini juga menjadi ajang mengasah keahlian terbang tempur, memperkuat hubungan regional, serta membangun ikatan kerja sama yang abadi.
Hubungan Pertahanan Jakarta-New Delhi yang Mesra
Operasi militer bersama di Bandara Juanda merupakan bagian dari rangkaian kedekatan hubungan bilateral kedua negara yang kian intensif. Pada awal bulan ini, sebuah penghormatan khusus diberikan oleh Indonesia saat kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi.
Pesawat resmi yang membawa PM Modi mendapatkan pengawalan ketat (escort) dari jet-jet tempur TNI Angkatan Udara saat memasuki dan meninggalkan ruang udara Indonesia.
Lebih dari sekadar seremoni, hubungan pertahanan kedua negara juga diwujudkan melalui kerja sama pengadaan alutsista strategis yang masif.
Dalam kunjungan PM Modi ke Jakarta, India dan Indonesia telah resmi menandatangani kesepakatan pasokan rudal jelajah supersonik BrahMos untuk militer Indonesia.
Baca di Sini: Indonesia sepakat akusisi rudal Astra dari India untuk mempersenjatai Su-30 TNI AU
Tidak hanya itu, Indonesia juga bersiap untuk mengimpor rudal udara ke udara canggih Astra yang dikembangkan secara mandiri oleh industri pertahanan India.
New Delhi bahkan dikabarkan membuka peluang besar untuk menyediakan baterai tambahan rudal BrahMos guna memperkuat sistem pertahanan wilayah maritim Indonesia. (RNS)
