ST Engineering pamerkan Taurus UGV varian antidrone di Eurosatory 2026, dibekali RCWS dengan senapan mesin 7,62 mm
ST EngineeringAIRSPACE REVIEW – ST Engineering dari Singapura menunjukkan kebolehan wahana darat nirawak (UGV) Taurus 4×4 rancangannya, untuk peran antidrone dan perlindungan pasukan, di arena demonstrasi pameran pertahanan Eurosatory 2026 di Prancis.
Kendaraan robotik ini dilengkapi dengan stasiun senjata jarak jauh (RCWS) Adder Lite yang juga dikembangkan oleh ST Engineering.
Sistem RCWS berbobot 250 kg ini dapat menerima senapan mesin 7,62 mm, senapan mesin berat 12,7 mm, dan peluncur granat otomatis.
Namun dalam konfigurasi penanggulangan antidrone (C-UAS) yang didemonstrasikan pada Eurosatory 2026, Taurus mengusung senapan mesin 7,62 mm.
UGV Berdimensi Kompak
Dengan dudukan senjata distabilkan, memiliki putaran 360 derajat, dan dapat dinaikkan dari minus 20 derajat hingga plus 60 derajat, memberikan RCWS ini cakupan sudut yang dibutuhkan untuk melacak drone yang terbang rendah serta menyasar target darat.
Fungsi pengendalian tembakannya mencakup deteksi target otomatis, pelacakan, klasifikasi, dan penunjukan target melalui layar sentuh, arsitektur kontrol yang umum untuk keluarga Adder RCWS.
Taurus UGV terbilang kompak, berdimensi panjang 2,95 m, lebar 2,10 m, dan tinggi 1,10 m, dengan berat kosong 1.650 kg.
Dibekali unit penggerak listrik independen dan kemudi semua roda (4WS), memberikan Taurus radius putar sekitar 5 m dan membuatnya cocok untuk beroperasi area terbatas sekalipun.
Kecepatan maksimumnya di jalan raya mencapai 40 km/jam. Performanya mencakup kemampuan menanjak hingga 60 derajat dan kemiringan samping hingga 30 derajat.
Dapat Beroperasi Bersama Kendaraan Tempur Berawak
Salah satu fitur menarik dari Taurus UGV adalah kemampuannya untuk menggunakan daya listriknya hingga 20 kW dalam konfigurasi AC atau DC.
Hal ini membuatnya dapat digunakan sebagai baterai bergerak dan generator lapangan selain sebagai pembawa senjata.
Selain versi antidrone, Taurus UGV dapat dikonfigurasi ulang untuk peran misi pengawasan, angkut logistik, evakuasi korban, dukungan teknik, dan pasokan energi.
Dalam misi tempurnya, wahana ini dapat beroperasi bersama dengan kendaraan tempur berawak seperti Bronco yang juga diproduksi oleh ST Engineering. (RBS)
