Rusia ‘bocorkan’ cara kerja sistem pertahanan antidrone Zubr untuk pertama kalinya
RostecAIRSPACE REVIEW – Rusia secara resmi telah merilis rekaman dari sistem antidrone Zubr yang sedang beroperasi untuk pertama kalinya.
Video menunjukkan senjata tersebut mendeteksi, melacak, dan menyerang target udara dengan keterlibatan manusia yang minimal.
Perusahaan negara Rusia, Rostec, mengumumkan sistem Zubr telah bertugas aktif melindungi infrastruktur penting di seluruh negeri sejak Januari 2026.
Zubr terutama digunakan untuk melindungi kilang minyak (refinery), perusahaan pertahanan, dan fasilitas strategis lainnya dari drone serang Ukraina.
Dilengkapi 16 Senapan Mesin
Sistem ini dipasang pada trailer yang terdiri dari empat modul. Setiap modul dilengkapi dengan empat senapan mesin PKT 7,62 mm serta pos komando dan sistem radar masing-masing.
Dalam operasinya, sistem Zubr secara independen mendeteksi drone dan secara otomatis melacaknya. Operator hanya perlu membuat keputusan dan memberikan perintah untuk menyerang.
Dengan total 16 senapan mesin dan diarahkan secara bersamaan, sistem ini dirancang untuk memenuhi ruang udara di sekitar drone yang datang, untuk menjamin keberhasilan penghancurannya.
Stasiun radar yang terintegrasi dalam setiap modul Zubr dapat mendeteksi target udara besar dan kecil pada jarak hingga 1,5 km.
Hal tersebut memberikan waktu jarak peringatan yang cukup, dan senapan mesin segera melepaskan tembakan sebelum drone lawan mencapai targetnya.
Para analis memperkirakan jangkauan efektif sistem senjata Zubr terhadap drone FPV kecil sekitar 370 m hingga 450 m.
Dapat Beroperasi Siang dan Malam Hari
Salah satu keunggulannya, sistem ini dapat beroperasi sepanjang waktu, siang dan malam dalam berbagai kondisi cuaca.
Rusia sendiri pertama kali memperkenalkan sistem antidrone Zubr kepada publik dalam Forum Militer-Teknis Internasional Army-2024 di Patriot Park, dekat Moskow. (RBS)
