AIRSPACE REVIEW – Perusahaan EM&E Group dari Spanyol telah melakukan uji tembak langsung dari dua kendaraan darat robotik (UGV) rancangannya, yaitu aunav BEST dan LINK.
Uji coba penembakan tersebut dilaksanakan bersama Angkatan Darat Spanyol dari pangkalan pelatihan Álvarez de Sotomayor di Viator, Almería, pada 17 April 2026.
Kedua sistem tersebut masing-masing dilengkapi dengan stasiun senjata kendali jarak jauh (RCWS) Guardian Aspis bersenjatakan senapan mesin 7,62 mm.
Penembakan dilakukan saat platform dalam keadaan bergerak, menunjukkan kemampuan mereka untuk mempertahankan akurasi dalam kondisi dinamis, yang menyasar target hingga jarak 1.200 m.
Kedua UGV ini terintegrasi dengan sistem kecerdasan buatan (AI) dan menggunakan sistem portabel aunav ROCS yang dikembangkan sendiri oleh perusahaan.
Wahana memiliki sistem geometri variabel unik yang memungkinkannya menyesuaikan lebar untuk lingkungan operasional berbeda, dan dibekali empat flipper bermotor yang mampu berputar secara independen.
Untuk spesifikasinya, aunav BEST memiliki bobot 354 kg, panjang 150 cm, lebar dapat disesuaikan antara 68,5 cm hingga 95 cm. Kendaraan dapat beroperasi hingga 5 jam dengan kecepatan jelajah 14 km/jam.
Sedangkan aunav LINK berbobot lebih ringan sekitar 89 kg, panjang 81 cm, lebar dapat disesuaikan antara 40 cm hingga 56 cm. Kendaraan dapat beroperasi hingga 5 jam dan kecepatan kurang dari 10 km/jam.
Salah satu fitur unggulan dari kedua sistem UGV ini hanya memerlukan operator tunggal, yang dapat mengendalikan kendaraan dan stasiun senjata melalui antarmuka terpadu.
Bagi EM&E Group, demonstrasi langsung ini membuka langkah menuju penggunaan platform robotiknya oleh Angkatan Darat Spanyol kedepannya. (RBS)

