STM tawarkan kapal pendukung amfibi yang dirancang khusus untuk Malaysia, bersaing dengan kapal dari PT PAL dan Damen

Kapal MRSS buatan STM Turkiye ditawarkan ke MalaysiaVia X

AIRSPACE REVIEW – Galangan kapal STM dari Turkiye sedang mengembangkan kapal pendukung amfibi yang dirancang khusus untuk Malaysia, dengan tujuan memberikan Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RMN) untuk memindahkan pasukan dan peralatan di seluruh wilayahnya.

Kemampuan ini secara langsung memperkuat mobilitas operasional, memungkinkan pengerahan pasukan, kendaraan, dan aset penerbangan dengan cepat untuk misi tempur maupun respon misi kemanusiaan.

Model skala dari Kapal Pendukung Multi Peran (Multi Role Support Ship/MRSS) ini ditampilkan pada pameran pertahanan internasional DSA 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia pada 20-23 April.

MRSS ini menggabungkan pengangkutan laut, operasi helikopter, dan pengerahan kapal pendaratan dalam satu platform. Memungkinkan pasukan untuk memproyeksikan kekuatan ke darat tanpa bergantung pada infrastruktur pelabuhan.

MRSS dari STM ini termasuk dalam kelas amfibi menengah, yang memiliki panjang 153,2 m, lebar 24 m, dan bobot sekitar 9.700 ton.

Kapal dapat membawa 150 awak ditambah 500 pasukan, dua LCU di dok basah, 14 tank tempur utama (MBT), sembilan kendaraan amfibi serbu, lalu dua helikopter kelas 15 ton, dan dua RHIB panjang 10 m.

Disebutkan, kapal dapat melaju dengan kecepatan maksimum 18 knot, jangkauan operasi 8.000 mil laut dengan kecepatan jelajah 14 knot, dan daya tahan 30 hari di laut.

Sebagai persenjataan bela diri dan bertempur, kapal dibekali meriam laut utama 76 mm, empat stasiun senjata kendali jarak jauh 12,7 mm, dan dua peluncur umpan chaff/IR.

Kapal didukung oleh radar navigasi X-band ganda, komunikasi terintegrasi, SATCOM, dan arsitektur sistem komando yang mencakup pusat informasi tempur, pusat operasi amfibi, dan SATCOM X-band yang sesuai dengan standar RMN.

Saat ini, MRSS besutan STM masih berupa proposal desain, meskipun dirancang berdasarkan kebutuhan nyata Malaysia.

Sedangkan para pesaingnya seperti Enforcer LPD dari Damen Belanda dan LHD kelas Makassar dari PT PAL Indonesia telah diproduksi dan beroperasi. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *