AIRSPACE REVIEW – Pada DSA 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, perusahaan Nurol Makina dari Turkiye dan Nadicorp Holdings dari Malaysia bersepakat untuk memungkinkan produksi lokal kendaraan lapis baja berbasis Nurol Ejder Yalcin di Malaysia.
Dengan kerja sama ini, Malaysia memperoleh potensi perakitan domestik, dukungan siklus hidup yang lebih mendalam, transfer teknologi, dan pengembangan keahlian lokal.
Sedangkan Nurol Makina akan memperoleh pijakan manufaktur yang jauh lebih dekat dengan pelanggan Asia Tenggara di masa depan.
Kesepakatan strategis ini sendiri dibangun di atas hubungan operasional yang sudah ada sebelumnya, bukan dimulai dari nol.
Sebelumnya Nurol Makina telah mendapatkan kontrak pasokan 20 kendaraan Nurol Ejder Yalcin dari Malaysia untuk digunakan oleh kontingen MALBATT di Lebanon.
Kerja sama tersebut kini telah meluas ke transfer teknologi, manufaktur lokal, dan perencanaan ekspor regional.
Mengenai Ejder Yalcin, kendaraan jenis MRAP (Mine-Resistant Ambush Protected) ini dirancang untuk perlindungan tinggi terhadap ranjau dan bahan peledak improvisasi (IED), serta dapat dipasangi stasiun senjata manual atau kendali jarak jauh.
Dengan bobot 14 ton, kendaraan ditenagai menggunakan mesin diesel berdaya 375 hp, mampu mencapai kecepatan maksimum 120 km/jam, dan menawarkan jangkauan operasi sekitar 700 km.
Untuk Malaysia, Ejder Yalcin 4×4 bersalin nama menjadi Panthera 4×4, yang dirancang untuk melaksanakan berbagai peran termasuk pengangkutan pasukan, pengintaian, dan pengawalan konvoi.
Disebutkan, Angkatan Darat Kerajaan Malaysia akan mengintegrasikan Panthera 4×4 sebagai bagian dari penggantian bertahap kendaraan lapis baja Condor 4×4 buatan Jerman yang menua, yang telah beroperasi selama beberapa dekade. (RBS)

