Rusia pamerkan maket kapal selam Amur-1650 terbaru di FLEET-2026, yuk intip jeroannya
IZVESTIA/Pavel Volkov AIRSPACE REVIEW – Perusahaan perkapalan negara Rusia, United Shipbuilding Corporation (USC), untuk pertama kalinya memamerkan maket (model) kapal selam non-nuklir terbaru kelas Amur-1650.
Pengenalan ini dilaksanakan di ajang Pameran Angkatan Laut Internasional FLEET-2026 di Kronstadt, Rusia pada 10-14 Juni.
Kapal selam modern ini dirancang dengan dilengkapi sistem peluncur vertikal serta pembangkit daya independen berbasis udara (air-independent propulsion/AIP).
Pihak USC menyatakan, proyek Amur-1650 ini merupakan salah satu kapal selam non-nuklir dengan kapasitas penyimpanan amunisi terbesar di dunia. Kapal selam ini mampu mengangkut hingga 28 unit persenjataan berat.
“Proyek ini memiliki salah satu cadangan amunisi terbesar di antara kapal selam non-nuklir di dunia: hingga 28 senjata,” tulis pernyataan resmi USC.
Kapal Selam Non-Nuklir Generasi Keempat Rusia
Amur-1650 adalah proyek kapal selam non-nuklir generasi keempat Rusia yang dikembangkan oleh biro desain terkenal, Rubin Central Design Bureau for Marine Engineering.
Proyek ini merupakan versi ekspor dari kapal selam kelas Lada (Project 677) yang digunakan oleh Angkatan Laut Rusia.
Amur-1650 dirancang sebagai penerus kapal selam kelas Kilo (Project 636) yang legendaris, namun dengan membawa lompatan teknologi yang masif, terutama dalam hal kesenyapan, daya hancur, dan otomatisasi.
Salah satu fitur paling krusial pada versi terbaru Amur-1650 adalah opsional integrasi sistem AIP berbasis sel bahan bakar (fuel cell).
Sistem ini memungkinkan kapal selam menghasilkan listrik tanpa membutuhkan oksigen dari atmosfer.
Artinya, kapal selam tidak perlu sering naik ke permukaan atau menggunakan snorkel (yang membuat mereka rentan terdeteksi radar musuh) hanya untuk mengisi ulang baterai.
Dengan AIP, Amur-1650 dapat bertahan di bawah air jauh lebih lama (hingga 20 hari terus-menerus tanpa snorkeling) dan meningkatkan ketahanan operasional total (endurance) hingga 60 hari.
Persenjataan Berat dan Sistem Peluncur
Kapal selam Amur-1650 dikenal sebagai salah satu kapal selam konvensional dengan daya gempur paling mematikan karena kapasitas muatan senjatanya yang besar.
Monster bawah air ini mampu membawa hingga 28 unit persenjataan berat, kombinasi antara torpedo, rudal, dan ranjau laut. Kapal dilengkapi dengan enam tabung torpedo kaliber 533 mm.
Sistem Peluncur Vertikal (VLS)-nya mengintegrasikan sel peluncuran vertikal di dalam lambung kapal.
Fitur ini memungkinkan kapal selam meluncurkan rudal secara salvo (beruntun dalam waktu singkat) untuk menyerang banyak target sekaligus.
VLS dapat meluncurkan rudal jelajah Club-S (varian ekspor Kalibr) untuk target darat/permukaan, serta rudal supersonik BrahMos (rudal hasil kerja sama Rusia-India) yang terkenal sangat cepat dan sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara kapal perang modern.
Siluman Tingkat Tinggi
Rusia menjuluki kapal selam pendahulunya (kelas Kilo) sebagai “Black Hole“ karena saking senyapnya. Namun, kelas Amur dirancang beberapa kali lipat lebih senyap dari kelas Kilo melalui beberapa inovasi.
Berbeda dengan mayoritas kapal selam Rusia terdahulu yang menggunakan lambung ganda (double-hull), Amur-1650 menggunakan lambung tunggal (Single-Hull).
Desain ini memperkecil volume eksternal, mengoptimalkan hidrodinamika, dan mengurangi kebisingan aliran air saat melaju cepat.
Seluruh permukaan lambung dilapisi material khusus yang menyerap gelombang sonar aktif dari kapal pemburu musuh, sekaligus meredam suara yang berasal dari dalam kapal selam itu sendiri.
Kapal juga menggunakan motor listrik magnet permanen sebagai motor penggerak utama baru yang sangat efisien bahkan pada kecepatan rendah, menghasilkan getaran minimal.
Sistem Sonar dan Elektronika Modern
Amur-1650 dilengkapi dengan kompleks sonar jenis baru yang memiliki sensor berukuran besar di bagian haluan (bow array) dan sensor samping (flank array).
Sistem sonar modern ini memberikan kemampuan deteksi target jarak jauh, bahkan dapat mendeteksi kapal selam musuh yang memiliki fitur siluman terlebih dahulu sebelum Amur-1650 terdeteksi.
Karena sistem kontrol dan manajemen tempur yang sudah terdigitalisasi, kapal selam sebesar ini hanya membutuhkan 35 hingga 42 personel kru saja untuk beroperasi (jauh lebih sedikit dibanding kapal selam generasi tua), karena banyak sistem yang bekerja secara otomatis.
Kapal dengan bobot perpindahan (displacement) 1.765 ton (saat di permukaan) dan hampir 3.000 ton (saat menyelam dengan modul tambahan) ini memiliki panjang lambung 66,8 m hingga 83,3 m (tergantung pada konfigurasi penambahan modul AIP).
Diameter lambung tekannya adalah 7,1 m. Kapal dapat menyelam dengan kecepatan menyelam maksimum 21 knot dan 10 knot di permukaan. Kedalaman selam mencapai 300-400 m dan operasi otonom hingga 60 hari.
Dirancang sebagai Kapal Selam Modular
Perusahaan mengatakan, sebagai produk yang berorientasi ekspor, Rubin Design Bureau merancang Amur-1650 secara modular.
Artinya, negara pembeli bisa meminta pemasangan alat-alat elektronik, radio, atau sistem navigasi buatan mereka sendiri atau buatan negara Barat untuk diintegrasikan ke dalam kapal selam ini.
Proyek Amur-1650 sempat ditawarkan ke beberapa negara, termasuk India (untuk proyek pembuatan kapal selam Project 75I) dan Maroko. (RNS)
