Satu prototipe KF-21 Boramae siap diserahkan ke Indonesia, Dubes RI di Korea: Dalam waktu dekat
Yonhap AIRSPACE REVIEW – Indonesia segera menerima satu unit prototipe jet tempur KF-21 Boramae dari Korea Selatan setelah menyelesaikan kewajiban kontribusi pembiayaan dalam proyek pengembangan bersama pesawat tempur generasi baru tersebut.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, mengatakan pengembangan bersama KF-21 telah resmi rampung pada Juni 2026.
Salah satu hasil kesepakatan antara Indonesia dan Korea Selatan adalah penyerahan satu prototipe dari enam pesawat KF-21 yang telah dibuat.
“Prototipe dari enam pesawat KF-21 itu sudah disepakati dan akan diserahkan ke Indonesia yang pesawat prototipe dari enam, satu itu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa direalisasikan,” ujar Cecep dikutip Antara dalam acara Indonesian Next-Generation Journalist Network di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Korea Selatan, Selasa (10/6).
Menurut Cecep, tahap pengembangan bersama telah selesai dan selanjutnya pembahasan akan berfokus pada pemanfaatan hasil proyek tersebut, termasuk berbagai opsi kerja sama lanjutan.
“Bagaimana ke depannya, tentunya kami menyerahkan kepada pengambil keputusan di Indonesia,” sambungnya.
Nilai Pengalihan Sekitar Rp7 Triliun
Seperti diberitakan Airspace Review sebelumnya pada 7 April 2026, Korea Selatan akan menyerahkan satu prototipe KF-21 bila Indonesia melunasi seluruh biaya kontribusi.
Kedua negara dilaporkan telah mencapai kesepakatan tentatif untuk menyerahkan salah satu dari enam prototipe jet tempur KF-21 Boramae kepada Jakarta.
Langkah ini dilakukan seiring dengan hampir tuntasnya proyek pengembangan bersama jet tempur supersonik tersebut saat itu.
Berdasarkan keterangan dari anggota parlemen Seoul, Kang Dae-sik, dikutip Yonhap, Indonesia dan Korea Selatan telah sepakat dalam pembicaraan tingkat teknis pada Februari lalu mengenai serah terima prototipe KF-21 kursi tunggal.
Prototipe yang akan diserahkan tersebut merupakan unit yang sebelumnya digunakan untuk berbagai uji verifikasi, termasuk pengisian bahan bakar di udara.
Nilai pengalihan satu unit prototipe ini diperkirakan mencapai 600 miliar won (398 juta USD atau sekitar Rp7 triliun).
Angka tersebut mencakup nilai jet tempur itu sendiri yang ditaksir sebesar 350 miliar won, serta biaya pengembangan terkait lainnya.
Penyerahan ini merupakan bagian dari komitmen proyek pengembangan KF-21 yang dijadwalkan rampung pada Juni 2026, setelah melalui proses pengembangan selama lebih dari satu dekade sejak diluncurkan pada tahun 2015.
Indonesia bergabung sebagai mitra dengan kesepakatan berbagi biaya pengembangan guna mendapatkan transfer teknologi serta unit prototipe.
Lembaga Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan diperkirakan akan menetapkan jadwal penyerahan prototipe beserta dokumen teknologi terkait setelah Indonesia melunasi seluruh kontribusi sebesar 600 miliar won yang telah disepakati tersebut. (RNS)
