Usai jalani 1.600 kali uji terbang dengan 13.000 kondisi teknis: KF-21 dinyatakan siap tempur!

KF-21KAI

AIRSPACE REVIEW – Administrasi Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan (DAPA) secara resmi mengumumkan bahwa jet tempur buatan dalam negeri, KF-21 Boramae, telah sah mendapatkan persetujuan kelayakan tempur pada Kamis (7/5/2024).

Keputusan ini menandai berakhirnya fase pengembangan intensif yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Persetujuan ini menjadi lampu hijau bagi pesawat tempur supersonik generasi 4,5 tersebut untuk masuk ke tahap produksi massal dan segera bertugas di Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF).

Keputusan DAPA diambil setelah KF-21 menjalani serangkaian uji coba yang sangat ketat selama tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data resmi, enam prototipe KF-21 telah menyelesaikan lebih dari 1.600 penerbangan uji coba dengan memverifikasi sekitar 13.000 kondisi teknis.

Beberapa pengujian kunci yang berhasil dilalui meliputi uji terbang supersonik melampaui hambatan suara, uji integrasi radar Active Electronically Scanned Array (AESA), peluncuran rudal udara ke udara dan pengisian bahan bakar di udara, serta evaluasi ketahanan struktural dan sistem avionik dalam berbagai kondisi cuaca.

Kepala Proyek KF-21 di DAPA, Noh Ji-man, dikutip media nasional menyatakan bahwa pencapaian ini adalah simbol keberhasilan Korea Selatan dalam menguasai teknologi pengembangan jet tempur secara mandiri.

“Persetujuan ini membuktikan bahwa Korea memiliki kemampuan penuh untuk mengembangkan pesawat tempur canggih dengan teknologi domestik,” ujarnya.

KF-21 Boramae dirancang untuk menggantikan armada jet tempur lawas ROKAF, yaitu F-4 Phantom II dan F-5 Tiger II, yang telah mengabdi selama puluhan tahun.

Dibandingkan pendahulunya, KF-21 menawarkan kemampuan manuver yang jauh lebih baik, sistem deteksi canggih, serta potensi untuk dikembangkan menjadi pesawat siluman di masa depan.

Setelah mendapatkan sertifikasi tempur ini, produksi massal KF-21 Block-I (varian khusus tempur udara ke udara) akan segera dimulai.

Pesawat operasional pertama dijadwalkan akan mulai dikirimkan ke Angkatan Udara Korea Selatan pada paruh kedua tahun ini, dengan target penempatan penuh di garis depan mulai tahun ini juga.

Selain untuk kebutuhan domestik, Korea Selatan juga membidik pasar ekspor global dengan jet tempur ini, yang dianggap sebagai alternatif kompetitif di antara pesawat tempur generasi keempat dan kelima yang ada saat ini. (RF)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *