AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Korea Selatan dan Indonesia dilaporkan telah mencapai kesepakatan tentatif untuk menyerahkan salah satu dari enam prototipe jet tempur KF-21 Boramae kepada Jakarta.
Langkah ini dilakukan seiring dengan hampir tuntasnya proyek pengembangan bersama jet tempur supersonik tersebut.
Berdasarkan keterangan dari anggota parlemen Seoul, Kang Dae-sik, seperti dilaporkan kantor berita Yonhap pada Selasa (7/4), kedua negara telah sepakat dalam pembicaraan tingkat teknis pada Februari lalu mengenai serah terima prototipe KF-21 kursi tunggal.
Prototipe yang akan diserahkan tersebut merupakan unit yang sebelumnya digunakan untuk berbagai uji verifikasi, termasuk pengisian bahan bakar di udara.
Nilai pengalihan satu unit prototipe ini diperkirakan mencapai 600 miliar won (398 juta USD atau sekitar Rp7 triliun).
Angka tersebut mencakup nilai jet tempur itu sendiri yang ditaksir sebesar 350 miliar won, serta biaya pengembangan terkait lainnya.
Penyerahan ini merupakan bagian dari komitmen proyek pengembangan KF-21 yang dijadwalkan selesai pada Juni mendatang, setelah melalui proses pengembangan selama lebih dari satu dekade sejak diluncurkan pada tahun 2015.
Indonesia bergabung sebagai mitra dengan kesepakatan berbagi biaya pengembangan guna mendapatkan transfer teknologi serta unit prototipe.
Syarat Pelunasan Pembayaran
Lembaga Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan diperkirakan akan menetapkan jadwal penyerahan prototipe beserta dokumen teknologi terkait setelah Indonesia melunasi seluruh kontribusi sebesar 600 miliar won yang telah disepakati.
Sebelumnya, Indonesia setuju untuk menanggung sekitar 20 persen dari total biaya proyek.
Namun, tahun lalu kedua negara menyepakati pengurangan jumlah kontribusi Indonesia menjadi 600 miliar won, yang diikuti dengan penyesuaian tingkat transfer teknologi yang akan diterima Jakarta.
Selain rencana penyerahan prototipe, Seoul dilaporkan sedang menjalin komunikasi intensif dengan Jakarta untuk menandatangani kontrak ekspor 16 unit jet tempur KF-21.
Jika terealisasi, ini akan menjadi penjualan perdana jet tempur buatan dalam negeri Korea Selatan ke pasar luar negeri. (RNS)


Pemerintah baiknya segera membayar saja kekurangan tersebut, jika ternyata benar Korea “tidak menipu lagi” dengan menyerahkan prototipe KF21. Segera setelah KF21 tiba buatlah demonstrasi dengan KF21 dan hancurkan ledakan mesin pesawat laknat tersebut di udara.
Mmg korea pernah menipu apa?
Let’s comand my Indonesia ku…thats ide brilian..korsel akan byl memberikan kontribusi utk indonesia around tehnology unity war..pswt from 2015 dikorsel loh indonesia lg sibuk apa tuh?wkwkwk