Intip Pulse P19, pesawat pemburu drone kamikaze baru dari Jerman

Quantum Systems Pulse P19Quantum Systems

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan asal Jerman, Quantum Systems, secara resmi memperkenalkan Pulse P19, pesawat yang dirancang khusus sebagai pemburu drone kamikaze.

Konsepnya adalah menggabungkan kemampuan pesawat berawak tradisional dengan sistem pesawat tanpa awak (unmanned aerial system) secara penuh.

Pengenalan Pulse P19 ini diumumkan melalui situs resmi perusahaan dan dipamerkan secara langsung di pameran kedirgantaraan internasional, ILA Berlin 2026 yang sedang berlangsung saat ini.

Kepala pengembang proyek, Lars Peter, kepada media mengatakan proyek Pulse P19 saat ini telah memasuki tahap produksi prototipe sebelum nantinya menjalani serangkaian uji coba.

Quantum Systems menargetkan penerbangan perdana pesawat baru ini dapat terlaksana pada tahun 2027 mendatang.

Agenda uji terbang awal tersebut difokuskan untuk menguji sistem kendali serta integrasi muatan (payload).

Berawak dan Tak Berawak

Guna mempercepat proses sertifikasi sistem dan mempermudah perolehan izin terbang di otoritas Jerman, penerbangan uji coba awal Pulse P19 akan dilakukan dalam mode berawak, alias pesawat yang diawaki.

Namun, pada konfigurasi produksi finalnya nanti, transisi atau perpindahan antara mode berawak dan mode tanpa awak (otonom) dapat dilakukan dengan sangat mudah hanya melalui sebuah sakelar (toggle switch).

Selain itu, pihak pabrikan juga tengah mempertimbangkan untuk mengembangkan versi yang sepenuhnya tanpa awak sejak awal produksi.

Versi tanpa kokpit ini dinilai dapat memangkas biaya produksi sekaligus meningkatkan kapasitas ruang muatan pesawat.

Terbang Hingga 20 Jam Tanpa Henti

Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan oleh Pulse P19 adalah biaya operasional yang rendah serta daya tahan terbang yang panjang.

Jika dilengkapi dengan tangki bahan bakar tambahan, pesawat ini diklaim mampu mengudara selama 18 hingga 20 jam tanpa henti.

Secara fungsional, platform ini dirancang khusus untuk menangkal serangan drone kamikaze jarak jauh.

Pada bagian bawah badan pesawat (fuselage), terintegrasi sebuah sistem radar khusus yang dipadukan dengan stasiun elektro-optik di bagian belakangnya.

Dilengkapi Sistem Radar dan Sensor Optik

Saat melakukan misi patroli, sistem radar internal akan mendeteksi keberadaan drone musuh, sementara sensor optik bertugas mengidentifikasi target tersebut.

Seluruh data pengintaian yang diperoleh akan dikirimkan secara langsung (real-time) kepada operator di darat melalui perangkat lunak kendali bernama MOSAIC UXS.

Setelah mendapatkan konfirmasi dan perintah dari operator darat, pesawat baru akan mengeksekusi target.

Pulse P19 mampu dipacu hingga kecepatan maksimum sekitar 670 km/jam.

Untuk menjalankan tugas pertahanan udara (air-defense), pesawat akan dipersenjatai dengan pod senapan mesin, rudal berbiaya murah, hingga drone pencegat (interceptor drones).

Enam Gantungan Senjata

Secara teknis, Pulse P19 memiliki berat kosong sebesar 1.800 kg dengan bobot lepas landas maksimum (maximum takeoff weight) mencapai 4,2 ton.

Pesawat dibekali enam titik cantelan senjata (hardpoints) di bawah sayap (masing-masing tiga di tiap sayap) ditambah titik pemasangan ekstra di ujung sayap (wingtips), yang mampu membawa muatan eksternal maksimal hingga 1.400 kg.

Dua titik cantelan bagian dalam masing-masing mampu menahan beban hingga 226,8 kg, sedangkan bagian luar dan ujung sayap dirancang untuk kapasitas beban 113,4 kg.

Secara keseluruhan, pesawat dengan kapasitas total muatan 2.400 kg ini memiliki jangkauan operasi yang dinyatakan mencapai 1.852 km. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *