Terinspirasi Ukraina, Polandia akan modifikasi M28 Skytruck menjadi pesawat pemburu drone
Wikimedia AIRSPACE REVIEW – Polandia sedang bersiap untuk memodifikasi pesawat utilitas bermesin turboprop ganda, M28 Skytruck, miliknya menjadi platform bersenjata untuk digunakan melawan kendaraan udara tak berawak (UAV/drone).
Hal ini akan menandai Polandia sebagai negara pertama yang membawa konsep pemburu drone turboprop berbiaya murah ke angkatan udara negara-negara di NATO.
Keputusan Warsawa didasarkan pada keberhasilan operasional Ukraina dengan platform Antonov An-28 era Soviet.
Pesawat An-28 yang dipersenjatai, sukses digunakan pasukan Ukraina untuk melawan drone kamikaze tipe Shahed/Geran Rusia.
Komandan Angkatan Udara Polandia Ireneusz Nowak menyatakan prototipe M28 bersenjata pertama akan dimodifikasi untuk menyertakan integrasi senapan mesin. Platform ini direncanakan untuk digunakan melawan drone kamikaze yang terbang di ketinggian rendah.
Saat ini Angkatan Udara Polandia memiliki sekitar 24 unit M28 Skytruck dalam inventarisnya. Platform ini terutama digunakan untuk operasi transportasi.
Pesawat An-28 yang digunakan Ukraina awalnya dilengkapi dengan sistem senapan mesin M134 Minigun enam laras yang dipasang di pintu.
Senjata tersebut mampu menyemburkan 3.000 hingga 6.000 peluru per menit, sistem ini digunakan khususnya dalam misi malam hari untuk melawan drone Rusia.
Platform ini juga dilaporkan menggunakan sistem kamera inframerah. Awak pesawat dapat menyerang UAV yang terdeteksi dari jarak dekat, sehingga memungkinkan pencegatan yang hemat biaya.
Kemudian terungkap bahwa Ukraina telah meningkatkan platform An-28 mereka agar mampu meluncurkan drone pencegat.
Baik An-28 maupun M28, pesawat ini menonjol dengan kemampuan lepas landas dan pendaratan di landasan pendek (STOL).
Hal ini memungkinkan pesawat untuk beroperasi dari area pangkalan depan, lapangan terbang sementara, dan area dengan infrastruktur terbatas.
Kemampuan ini dianggap menawarkan keunggulan yang signifikan, khususnya dalam hal konsep penyebaran yang terdistribusi di bawah ancaman UAV yang intensif.
Platform turboprop bersenjata menawarkan biaya keterlibatan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan jet tempur dan sistem rudal permukaan-ke-udara.
Kapasitas amunisi yang tinggi, durasi penerbangan yang lama, dan biaya operasional yang rendah menjadikan platform ini solusi yang sangat menarik untuk melawan kawanan drone kamikaze.
Polandia tidak hanya mengandalkan platform M28 saja. Mereka juga berencana menggunakan helikopter serang AH-64E Apache dan helikopter serbaguna AW149 dalam misi pencegatan UAV.
Selain itu, pekerjaan sedang dilakukan untuk mengintegrasikan roket 70 mm berpemandu laser APKWS buatan AS ke dalam jet tempur F-16 dan pesawat serang ringan FA-50 Angkatan Udara Polandia.
Selain digunakan oleh Angkatan Udara Polandia, pesawat M28 juga digunakan oleh Angkatan Laut Polandia dengan sekitar 16 unit dimiliki.
Dari jumlah tersebut, sebanyak tujuh unit varian M28B-1R digunakan khusus untuk patroli maritim dan pengintaian dan satu unit varian M28B-1RM/BIS digunakan untuk deteksi kapal selam. (RF)

