Kalashnikov luncurkan KUB-10ME: Drone kamikaze untuk menyerang target pada jarak lebih 100 km

Drone kamikaze KUB-10MEKalashnikov

AIRSPACE REVIEW – Produsen senjata terkemuka asal Rusia, Kalashnikov Group, secara resmi meluncurkan sistem amunisi berpemandu atau drone kamikaze terbaru mereka yang diberi nama KUB-10ME.

Senjata taktis mutakhir ini diklaim memiliki lompatan performa yang sangat drastis, terutama pada daya jangkau operasionalnya yang kini melonjak hingga melebihi 100 km.

Kehadiran varian baru ini menandai era baru bagi militer Rusia, mengingat varian terdahulu seperti KUB-E dan KUB-2E hanya memiliki jangkauan taktis maksimal sekitar 25 km dengan membawa hulu ledak seberat 3 kg.

Dengan kemampuan menjangkau target di atas 100 km, KUB-10ME diproyeksikan mampu melakukan serangan presisi jauh di belakang garis pertahanan musuh.

Produk ini didemonstrasikan langsung kepada awak media oleh CEO Kalashnikov Group, Alan Lushnikov.

Dalam pernyataannya, Lushnikov mengungkapkan bahwa pengembangan KUB-10ME dilakukan dalam waktu yang relatif singkat dengan memanfaatkan data evaluasi dan pengalaman tempur langsung di medan perang Ukraina.

Amunisi ini dikembangkan berdasarkan masukan dari teater operasi militer khusus dan mengimplementasikan seluruh solusi teknologi terbaru sesuai dengan kebutuhan serta permintaan langsung dari pihak pengguna di lapangan.

Salah satu peningkatan paling signifikan pada KUB-10ME adalah penyematan sistem pemandu optoelektronik tingkat lanjut.

Jika varian awal sangat bergantung pada koordinat satelit statis yang rentan terhadap gangguan, sistem baru ini memungkinkan drone melacak, mengunci, dan menghantam target yang sedang bergerak secara mandiri.

Selain itu, Kalashnikov juga memperkuat proteksi perangkat ini agar kebal terhadap taktik pengacuan sinyal radar dalam perang elektronik serta lebih andal dalam menyelinap di antara celah sistem pertahanan udara musuh.

Selama menjalankan misinya, perangkat ini didukung oleh sistem fotografi udara dan perekaman video onboard untuk kebutuhan analisis pasca-serangan, serta dapat dioperasikan secara fleksibel dalam mode manual, semi-otomatis, maupun otomatis berbasis algoritma pintar.

Dari aspek performa di udara, tim pengembang merancang KUB-10ME agar tangguh menghadapi berbagai skenario iklim yang ekstrem.

Drone kamikaze ini mampu mengudara pada rentang ketinggian yang sangat rendah untuk menghindari radar, mulai dari 80 m hingga ketinggian operasional 1.800 m dengan kecepatan jelajah stabil di angka 120 km/jam.

Sistem ini juga dirancang untuk kesiapan operasional penuh baik siang maupun malam hari, sanggup menahan hembusan angin hingga kecepatan 10 m/s, serta tetap berfungsi optimal pada rentang suhu membeku -30°C hingga suhu panas mencapai +40°C.

Melalui kombinasi daya jangkau yang jauh dan ketahanan navigasi tersebut, KUB-10ME dipersiapkan untuk menetralisasi target-target bernilai strategis tinggi.

Senjata ini akan difokuskan untuk menghantam kendaraan lapis baja, pos komando pertahanan, sistem radar, baterai pertahanan udara, hingga depo logistik dan lokasi peluncuran drone pihak lawan.

Kehadiran KUB-10ME ini diproyeksikan akan meningkatkan kemampuan ofensif taktis Rusia secara signifikan di medan perang modern, memperpanjang rantai serangan maut yang sebelumnya didominasi oleh drone Lancet dan varian KUB generasi pertama. (AF)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *