Korea Selatan pilih Sikorsky S-92A+ jadi helikopter kepresidenan baru senilai Rp10 triliun
US Army AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Korea Selatan dilaporkan telah menjatuhkan pilihan pada armada udara baru untuk transportasi kepala negaranya.
Melalui program modernisasi bernilai jutaan dolar, helikopter Sikorsky S-92A+ produksi Amerika Serikat secara resmi dipilih untuk menjadi helikopter komando kepresidenan (Command Helicopter-II) yang baru bagi Presiden Lee Jae-myung.
Program pengadaan bernilai fantastis ini dikelola langsung oleh Badan Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan (DAPA).
Pemerintah Seoul telah mengalokasikan anggaran total sebesar 870 miliar won (Rp10,2 triliun) untuk mendatangkan empat unit helikopter VVIP tersebut hingga tahun 2030.
Sikorsky S-92A+, yang dikembangkan oleh pabrikan Sikorsky (anak perusahaan Lockheed Martin), berhasil memenangkan evaluasi proposal yang dilakukan DAPA pada akhir tahun lalu.
Helikopter ini merupakan versi mutakhir dan peningkatan dari armada kepresidenan Korsel saat ini, yaitu varian VH-92 yang sudah melampaui siklus operasional standarnya selama sembilan tahun.
Langkah peremajaan ini diambil demi mengantisipasi potensi ancaman keamanan yang terus berkembang di kawasan Semenanjung Korea.
Helikopter S-92A+ dipilih karena menawarkan tingkat kelangsungan hidup (survivability) yang jauh lebih tinggi serta sistem komando dan kendali (command and control) yang jauh lebih superior dibandingkan generasi pendahulunya.
Meskipun detail sistem pertahanan udaranya dirahasiakan demi alasan keamanan negara, helikopter kepresidenan jenis ini umumnya dilengkapi dengan teknologi penangkal rudal canggih, komunikasi terenkripsi anti-sadap, sensor inframerah khusus, serta sistem perlindungan balistik.
Pihak DAPA menyatakan saat ini proses evaluasi uji pembelian dan negosiasi kontrak sedang berjalan intensif. Pemerintah Korea Selatan menargetkan penandatanganan kontrak final dapat rampung sebelum akhir tahun 2026.
Menariknya, karena Korea Selatan memilih basis platform yang sama dengan armada yang digunakan saat ini (keluarga Sikorsky S-92), proses evaluasi pengujian, pelatihan kru, dan manufaktur dapat dipangkas secara signifikan.
Helikopter komando baru ini dijadwalkan mulai masuk ke fase operasional penuh pada tahun 2029 atau awal 2030, tepat pada tahun terakhir masa jabatan Presiden Lee Jae-myung.
Langkah modernisasi ini sekaligus mempertegas ketergantungan dan kerja sama pertahanan yang erat antara Seoul dan Washington dalam memperkuat armada udara militer maupun taktis di kawasan Indo-Pasifik. (RW)
