Ini daftar produk dan inovasi canggih yang dipamerkan Airbus di ILA Berlin 2026
Airbus AIRSPACE REVIEW – Raksasa kedirgantaraan Eropa, Airbus, memamerkan jajaran inovasi teknologi terbaru mereka dalam ajang pameran kedirgantaraan bergengsi ILA Berlin Air Show 2026.
Di pameran yang digelar pada 10–14 Juni 2026 ini, Airbus berfokus pada dua pilar utama: penguatan sistem pertahanan berdaulat (sovereign defence) Eropa dan transformasi penerbangan sipil rendah karbon.
Menghadapi lanskap geopolitik global yang terus berubah, ketergantungan pada rantai pasok eksternal mulai dikurangi demi mengejar otonomi strategis.
Sebagai mitra pertahanan utama, Airbus memamerkan berbagai alutsista mutakhir yang mendukung Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) serta armada kepolisian federal.
Berikut adalah daftar produk militer canggih dan beberapa poin inovasi penting yang dihadirkan Airbus di ILA Berlin 2026, disarikan dari rilis Airbus:
1. Era Baru Drone Pertahanan (Uncrewed Aerial Systems)
Airbus memperkenalkan portofolio drone militer Eropa yang sangat masif untuk misi intelijen, logistik, hingga pertempuran taktikal:
- Eurodrone: Dirancang untuk misi intelijen strategis dengan daya tahan terbang yang sangat lama (long-endurance).
- U145: Varian helikopter tanpa awak (uncrewed rotorcraft) terbaru berbasis helikopter legendaris H145 yang dioptimalkan untuk operasi logistik militer.
- U760 Ravenstorm: Drone tempur kelas berat yang dirancang untuk mendampingi jet tempur berawak dalam pertempuran udara, serangan darat, dan perang elektronik (electronic warfare).
- Bird of Prey: Drone pencegat (interceptor) taktis berbiaya rendah untuk menetralisir ancaman udara modern.
2. Kolaborasi Jet Berawak dan Drone (Crewed-Uncrewed Teaming)
Didorong oleh revolusi kecerdasan buatan (AI), Airbus mendemonstrasikan masa depan pertempuran udara terintegrasi. Salah satu sorotan utama adalah integrasi sistem MARS (Multiplatform Autonomous Reconfigurable and Secure) pada platform Valkyrie.
Sistem ini ditargetkan siap beroperasi pada tahun 2029 sebagai pesawat tempur kolaboratif tanpa awak (uncrewed collaborative combat aircraft/UCCA) yang akan mendampingi jet tempur Eurofighter Typhoon Angkatan Udara Jerman.
Melalui konsep ini, helikopter atau jet berawak dapat berfungsi sebagai pos komando terbang yang mengendalikan kawanan drone di zona konflik.
3. Dominasi Ruang Angkasa dan Satelit
Di sektor luar angkasa, Airbus memamerkan kemampuan konstelasi satelit Low Earth Orbit (LEO) dan solusi komunikasi aman (Satcom) untuk memastikan pasukan di darat tetap terhubung.
Selain itu, mereka menonjolkan peran penting Eropa dalam misi bulan Artemis NASA melalui European Service Module (ESM) dan proyek stasiun luar angkasa komersial masa depan, Starlab.
4. Penerbangan Sipil Rendah Karbon dan Navigasi Quantum
Bukan hanya militer, Airbus juga membawa solusi masa depan untuk dekarbonisasi penerbangan sipil:
- Helikopter Racer: Helikopter demonstrator berkecepatan tinggi yang mampu menembus kecepatan di atas 400 km/jam, namun berhasil memangkas konsumsi bahan bakar hingga 25%.
- Teknologi Hidrogen: Memamerkan maket sel bahan bakar (fuel cell) yang mengubah hidrogen menjadi listrik dengan emisi bersih (hanya menghasilkan residu berupa air).
- Navigasi Quantum: Airbus mendemonstrasikan sensor kuantum inovatif yang dapat membaca medan magnet kerak bumi. Teknologi ini menjadi sistem navigasi super akurat yang tahan terhadap gangguan macet (jamming) atau pemalsuan sinyal (spoofing) GPS tradisional.
Melalui ajang ILA Berlin 2026, Airbus menegaskan posisinya tidak hanya sebagai manufaktur pesawat komersial, melainkan sebagai jangkar teknologi pertahanan dan pionir ekosistem penerbangan berkelanjutan di Eropa. (RNS)
