Almaz-Antey pamerkan produk maritim canggih di Fleet-2026: Arsitektur pertahanan laut berlapis
Russian MoD AIRSPACE REVIEW – Raksasa pertahanan terkemuka asal Rusia, Almaz-Antey, bersiap untuk mendominasi panggung pameran maritim bergengsi “Fleet-2026” di Kronstadt pada 10-14 Juni.
Tidak sekadar memamerkan produk terisolasi, Almaz-Antey kali ini memperkenalkan sebuah konsep revolusioner, yaitu arsitektur pertahanan laut berlapis yang komprehensif, mengintegrasikan proteksi dari wilayah dasar laut hingga ke luar angkasa.
Langkah strategis ini menandai pergeseran paradigma dari penjualan sistem senjata mandiri menuju penyediaan solusi keamanan maritim total yang saling terhubung.
Di pameran ini, teknologi mutakhir yang mencakup rudal permukaan ke udara (SAM), radar pelacak siluman, hingga jaringan satelit pemantau waktu nyata menjadi sorotan utama para pengamat militer global.
Tiga Pilar Sistem SAM Kapal Perang
Di lini pertahanan udara kapal, Almaz-Antey menampilkan tiga sistem SAM andalannya yang dirancang untuk mengatasi berbagai tingkatan ancaman. Ketiga SAM tersebut adalah Rif-M, Shtil-1, dan Resurs.
Rif-M adalah sistem proteksi armada berskala multirudal yang dirancang khusus untuk mengamankan formasi tempur laut dari serangan udara masif.
Shtil-1 adalah SAM dengan rudal canggih 9M317ME, sistem ini memiliki jangkauan operasional hingga 50 kilometer untuk mencegat target taktis.
Sementara Resurs merupakan sistem pertahanan jarak pendek berkemampuan tinggi yang mampu mengunci dan mengeliminasi hingga lima target secara simultan di zona perimeter terdekat.
Selain sistem pertahanan udara, keunggulan daya gempur ofensif dan defensif juga diperkuat oleh rudal jelajah Kalibr.
Rudal yang dapat dioperasikan baik dari kapal selam maupun kapal permukaan ini dibekali kemampuan jelajah mengikuti kontur medan bumi (terrain following) serta manuver canggih untuk menghindari sistem pertahanan udara musuh.
Sistem Pembunuh Drone dan Rudal
Mengantisipasi modernisasi perang modern yang didominasi oleh teknologi nirawak, Almaz-Antey turut membawa solusi komparatif ke pameran dua tahunan ini.
Pertama adalah Komar Turret Mount, yang menggabungkan rudal Igla-S dan Ataka.
Dilengkapi fitur stabilisasi gyro (gyrostabilization), sistem Komar terbukti efektif menghancurkan target udara sekaligus kapal cepat nirawak (unmanned boats) yang kerap mengancam jalur logistik laut.
Kemudian yang kedua adalah Tor-M2KM Autonomous Module. Sistem modular otonom ini dapat dengan mudah dideploy langsung di atas dek berbagai jenis kapal perang untuk menangkal serangan kawanan drone (drone swarms) serta bom berpemandu pintar.
Radar Anti-Siluman dan Jaringan Luar Angkasa
Untuk mendukung ekosistem persenjataan canggih tersebut, Almaz-Antey menyertakan sistem penginderaan radikal melampaui cakrawala.
Perusahaan menghadirkan radar Gamma-DME yang mampu mendeteksi target hipersonik, balistik, pesawat siluman, serta UAV hingga ketinggian ekstrem 40 km.
Kemudian radar Sokol, yang memiliki kemampuan melacak hingga 200 objek secara simultan, mendeteksi drone mini pada jarak 2 km, dan drone besar hingga radius 5 km.
Berikutnya adalah sistem antariksa Liana. Sistem in menggunakan wahana antariksa Lotos-S dan Pion-NKS, yang menyediakan observasi Bumi secara real-time via satelit relai guna memastikan integrasi informasi intelijen yang menyeluruh dari dasar laut hingga luar angkasa.
Kehadiran seluruh ekosistem persenjataan ini menegaskan posisi Almaz-Antey sebagai salah satu pionir utama dalam pengembangan teknologi militer global.
Kehadiran Almaz-Antey juga sekaligus menegaskan kesiapan Rusia dalam menghadapi dinamika pertempuran maritim masa depan yang kian kompleks. (RNS)
