Pesawat Islander pertama buatan Inggris segera rampung: Kembali ke kampung halaman
Brittain Norman AIRSPACE REVIEW – Pabrikan pesawat asal Inggris, Britten-Norman, mengumumkan bahwa jet utilitas legendaris mereka, Islander, kini hampir selesai diproduksi sepenuhnya di dalam negeri.
Melalui fasilitas produksinya di Bembridge, Isle of Wight, pesawat pertama dari lini produksi yang telah dikembalikan ke Inggris (reshored) ini telah mencapai tahap penyelesaian 75%.
Tidak hanya itu, Britten-Norman juga mengonfirmasi pengerjaan untuk badan pesawat (airframe) kedua sudah berjalan dan mencapai 25%.
Sementara itu, berbagai komponen untuk pesawat-pesawat berikutnya kini sudah masuk dalam proses manufaktur.
Proses perakitan akhir untuk pesawat pertama dijadwalkan selesai dalam beberapa minggu ke depan.
Jika berjalan sesuai rencana, pesawat tersebut akan dikirim ke Pemerintah Kepulauan Falkland (FIGAS) pada akhir tahun ini.
“Mencapai tingkat penyelesaian saat ini merupakan pencapaian luar biasa bagi tim kami. Ini adalah bukti nyata dari kapabilitas yang telah kami bangun kembali di situs Bembridge,” ujar Richard Milne, Chief Commercial Officer (CCO) Britten-Norman, dalam pernyataan resminya pada 8 Juni 2026.
Kembali ke Rumah
Pembukaan lini produksi di Bembridge menandai kembalinya manufaktur penuh pesawat sipil Islander ke Britania Raya setelah puluhan tahun melalang buana.
Untuk diketahui, pesawat utilitas bermesin ganda ini pertama kali diproduksi pada tahun 1967 di Inggris.
Namun, kurang dari setahun kemudian, demi menekan biaya produksi dan mengejar tingginya permintaan pasar, Britten-Norman memindahkan proses manufaktur utamanya ke Rumania.
Selama di luar negeri, Inggris hanya kebagian peran untuk perakitan akhir saja.
Kondisi berubah pada Juni 2023. Akibat lonjakan biaya operasional di Rumania, Britten-Norman mengambil keputusan strategis untuk membawa pulang seluruh proses produksi Islander ke kampung halamannya di Bembridge.
Target Pasar dan Layanan Purnajual
Sejak mengalami kemajuan pesat dari status 50% di awal tahun, struktur utama pesawat seperti penggabungan bagian belakang (fuselage sub-assemblies) dan sirip ekor (fin), uji tangki bahan bakar, hingga pemasangan sayap sepanjang 15 m kini telah rampung sepenuhnya.
Meskipun pesawat pertama belum resmi mengudara, Britten-Norman mengeklaim telah mengantongi sejumlah Surat Minat (Letters of Intent/LOI) dari berbagai operator di sektor penerbangan penumpang regional serta sektor misi khusus (special-mission).
Untuk mendukung armada Islander yang sudah beroperasi di seluruh dunia, perusahaan juga terus berinvestasi pada ketersediaan suku cadang purnajual (aftermarket parts) serta layanan perawatan guna memastikan pesawat utilitas ini tetap andal melayani rute-rute terpencil. (RNS)
