Iran mendapat pasokan baru sistem rudal Igla-S Rusia: Muncul di acara publik

Igla-SMark Pyruz

AIRSPACE REVIEW – Di tengah ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah, ran dilaporkan mendapatkan tambahan amunisi baru.

Sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) canggih asal Rusia, Igla-S, terpantau telah mulai memperkuat lini pertahanan Teheran.

Berdasarkan laporan sumber intelijen terbuka (OSINT) dan pengamat militer pada 27 April 2026, sistem Igla-S terlihat dalam sebuah acara publik di Kota Ahvaz, di barat daya Iran berjarak 795 km dari Teheran.

Media melaporkan, ini menandai pertama kalinya senjata jenis ini terdokumentasi secara resmi dalam arsenal militer Iran, meskipun kerja sama militer antara Moskow dan Teheran telah terjalin erat dalam beberapa tahun terakhir.

Igla-S (9K338) merupakan versi mutakhir dari keluarga rudal permukaan ke udara jarak dekat yang ditembakkan dari bahu.

Dirancang untuk menghancurkan target yang terbang rendah, sistem ini memiliki beberapa keunggulan teknis dibandingkan pendahulunya.

Igral-S mampu mencegat target hingga jarak 6 km dan ketinggian hingga 3,5 km.

Dilengkapi dengan hulu ledak yang lebih berat dan sistem pemandu (seeker) yang lebih sensitif terhadap panas, sehingga lebih sulit dikecoh oleh suar penipu (flares).

Rudal panggul ini efektif untuk melumpuhkan jet tempur, helikopter, drone, hingga rudal jelajah pada ketinggian rendah.

Kehadiran Igla-S ini diyakini merupakan bagian dari rangkaian kesepakatan militer besar yang dilakukan Iran untuk memulihkan jaringan pertahanan udaranya yang sempat terdegradasi akibat konflik sebelumnya.

Selain Igla-S, Iran juga dilaporkan telah menandatangani kontrak senilai ratusan juta dolar dengan Rusia untuk pengadaan sistem rudal Verba, yang memiliki teknologi sensor tiga saluran yang bahkan lebih canggih.

Langkah ini dipandang oleh para pakar militer sebagai upaya Teheran untuk menciptakan lapisan pertahanan titik (point defense) yang sulit dideteksi oleh radar lawan.

Berbeda dengan sistem radar besar seperti S-300 yang mudah dilacak, MANPADS seperti Igla-S dapat dibawa oleh satu orang prajurit dan disembunyikan dengan mudah, menjadikannya ancaman konstan bagi operasi udara musuh, terutama helikopter pendukung operasi khusus.

Munculnya senjata Rusia di tangan militer Iran ini semakin mempertegas “poros militer” antara Rusia, Iran, dan China.

Pihak Barat, terutama Amerika Serikat dan Israel, menyatakan keprihatinannya atas transfer senjata ini karena dapat mengubah keseimbangan kekuatan di wilayah udara Iran dan meningkatkan risiko bagi aset udara mereka yang beroperasi di kawasan tersebut. (PN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *