AIRSPACE REVIEW – Persenjataan jet tempur generasi kelima Rusia, Sukhoi Su-57, semakin mematikan dengan kehadiran rudal jelajah baru bernama S-71K Kover (Kovyor).
Rudal ini unik karena dirancang dengan mengintegrasikan hulu ledak yang berasal dari bom konvensional.
S-71K dikembangkan oleh United Aircraft Corporation (UAC) khusus untuk dioperasikan oleh jet Su-57.
Inovasi utama pada rudal ini terletak pada bagian hidungnya yang menampung bom udara fragmentasi daya ledak tinggi jenis OFAB-250-270 seberat 250 kg.
Rudal S-71K Kover merupakan senjata presisi jarak menengah dengan jangkauan operasional mencapai 300 km.
Rudal ini dtenagai oleh mesin turbojet R500 yang diproduksi oleh anak perusahaan UAC, Reynolds LLC.
Bodinya menggunakan material komposit berlapis berbasis fiberglass dengan penguatan tambahan, sementara komponen internalnya menggunakan paduan aluminium untuk menjaga bobot tetap ringan namun kokoh.
Sistem navigasinya menggunakan kontrol penerbangan otomatis dan navigasi inersia yang memungkinkan serangan presisi terhadap target darat.
Penggunaan hulu ledak dari bom standar, OFAB-250, merupakan langkah strategis Rusia untuk mempercepat produksi dan menekan biaya.
Dengan memanfaatkan stok bom konvensional yang sudah ada, Moskow dapat memproduksi rudal jelajah dalam jumlah lebih besar di tengah kebutuhan perang yang meningkat.
Selain itu, desain sayap rudal yang dapat dilipat memungkinkan senjata ini disimpan di dalam internal weapons bay (ruang senjata internal) Su-57, sehingga tetap menjaga karakteristik siluman pesawat ini.
Kehadiran S-71K menambah jajaran senjata jarak jauh Su-57 setelah sebelumnya pesawat ini juga dikonfirmasi mampu membawa rudal Kh-69 dan Kh-58UShK.
Selain untuk Su-57, Rusia juga mempertimbangkan penggunaan rudal “Kover” ini pada drone tempur berat S-70 Okhotnik di masa depan. (AF)

