Drone kamikaze Geran-2 Rusia serang kapal patroli Ukraina untuk pertama kalinya
Via Telegram AIRSPACE REVIEW – Saluran Telegram militer Rusia memublikasikan rekaman yang diklaim menunjukkan drone jenis Geran-2 (Shahed-136 Iran) menyerang dua kapal patroli Angkatan Laut Ukraina di Laut Hitam.
Salah satu serangan terjadi pada 25 Mei 2026, di dekat Yuzhne, sebuah kota pelabuhan sekitar 25 km (16 mil) sebelah timur Odesa.
Hantaman presisi Geran-2 dilaporkan berhasil menewaskan keempat awak kapal Angkatan Laut Ukraina tersebut.
Sebelumnya, drone Geran-2 lebih sering digunakan menyerang target darat seperti infrastruktur militer atau pembangkit energi listrik.
Menarget Kapal Patroli Kecil yang Bergerak Cepat
Diadaptasi untuk serangan maritim, drone ini menghadirkan profil taktis yang berbeda dari penggunaan amunisi jelajah standarnya.
Menargetkan kapal patroli kecil yang bergerak cepat di perairan terbuka, platform ini menghadapi tantangan pelacakan yang berbeda daripada menghadapi bangunan stasioner.
Menyerang kapal yang bergerak membutuhkan koreksi arah secara waktu nyata, waktu pelacakan yang lebih panjang, dan toleransi terhadap manuver target.
Kemungkinan besar Geran-2 berkoordinasi dengan drone pengintai lainnya. Setelah berhasil ditemukan posisi kapal, barulah drone tersebut diluncurkan.
Hulu Ledak 40 hingga 90 kg
Rusia sebelumnya mengklaim telah melatih operator drone FPV Armada Laut Hitam secara khusus terhadap kapal permukaan tak berawak Ukraina, dengan menggunakan tiruan Magura V5 sebagai targetnya.
Tetapi penggunaan drone Geran-2 terhadap kapal patroli berawak merupakan evolusi yang berbeda dibandingkan dengan FPV bersenjata. Keberhasilan ini pun belum terkonfirmasi secara independen.
Drone Geran-2 dibekali hulu ledak seberat 40 kg hingga 90 kg tergantung profil misi, meluncur dengan kecepatan 180 km/jam, dengan misi sekali jalan atau tak dapat dipulihkan lagi. (RBS)
