Dukung Iran, Spanyol segera buka kembali kedutaan besarnya di Teheran pasca-gencatan senjata
Via X AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Spanyol secara resmi mengumumkan rencana untuk membuka kembali Kedutaan Besarnya di Teheran dalam waktu dekat.
Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, telah menginstruksikan Duta Besar Antonio Sánchez-Benedito untuk segera kembali ke ibu kota Iran tersebut.
Keputusan ini diambil menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata selama 14 hari antara Amerika Serikat dan Iran yang baru saja dimulai.
Melansir laporan Xinhua hari ini, langkah diplomatik tersebut bertujuan untuk memulihkan kehadiran Spanyol di wilayah yang sangat strategis tersebut secara penuh.
Sebelumnya, Spanyol memutuskan untuk menghentikan sementara operasional kedutaan mereka pada 7 Maret 2026 karena alasan keamanan akibat meningkatnya konflik.
Kembalinya aktivitas diplomatik ini juga dimaksudkan untuk mendukung upaya perdamaian yang rencananya akan dimediasi oleh Pakistan mulai Jumat ini.
Albares menegaskan bahwa Spanyol ingin berada langsung di lokasi guna memantau perkembangan dan berkontribusi dalam dialog stabilitas kawasan.
Keputusan Spanyol ini juga dipandang sebagai langkah berani untuk mengamankan kepentingan nasionalnya di tengah blokade maritim yang masih membayangi kawasan Teluk.
Dengan mempertahankan jalur komunikasi terbuka ke Teheran, Madrid berharap dapat menjamin keamanan kapal-kapal komersialnya yang melintasi Selat Hormuz dari ancaman penyitaan.
Selain itu, kembalinya Duta Besar Spanyol diharapkan mampu memberikan gambaran intelijen yang lebih akurat mengenai perkembangan teknologi militer dan penggunaan drone di medan tempur Timur Tengah.
Di sisi lain, kebijakan Madrid ini merupakan bentuk kritik tersirat terhadap eskalasi militer di wilayah Lebanon yang sempat memicu ketegangan hebat.
Beberapa media internasional seperti Arab News mencatat bahwa langkah Spanyol ini dilakukan di tengah tekanan diplomatik dari blok Barat lainnya.
Bagi sektor maritim dan pertahanan, normalisasi ini diharapkan mampu menjaga kelancaran lalu lintas komersial di Selat Hormuz yang sempat terganggu. (RNS)

