Ogah ikut Amerika terus, Spanyol menegaskan penolakan terhadap pelanggaran hukum internasional oleh AS terhadap Iran

Spanyol ogah ikut AS terusVia X

AIRSPACE REVIEW – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez pada 4 Maret 2026 menyampaikan sikap resmi Spanyol yang menolak pelanggaran hukum internasional oleh Amerika Serikat terhadap Iran.

Spayol menegaskan sikap konsisten yang ditunjukkan juga terkait perang di Ukraina dan di Gaza.

“Sikap Pemerintah Spanyol terhadap situasi ini sangat jelas dan konsisten. Sikap ini sama dengan yang telah kami pertahankan di Ukraina dan juga di Gaza,” kata Sánchez.

Ditegaskan pula bahwa Spanyol tidak ingin mengulangi kesalahan di masa lalu dan menolak anggapan bahwa dunia hanya dapat menyelesaikan masalah melalui konflik dan pengeboman.

“Pertama, menolak pelanggaran hukum internasional yang melindungi kita semua, terutama mereka yang paling tidak berdaya, yaitu penduduk sipil. Kedua, menolak anggapan bahwa dunia hanya dapat menyelesaikan masalahnya melalui konflik dan bom. Dan terakhir, tidak mengulangi kesalahan masa lalu,” ujar Sánchez.

Dalam pernyataannya ini, ia menyinggung ‘ulah’ AS ketika menggulingkan Saddam Hussein di Irak dengan alasan negara tersebut mengembangkan senjata pemusnah massal.

“Dua puluh tiga tahun yang lalu, pemerintahan Amerika Serikat lainnya menyeret kita ke dalam perang di Timur Tengah. Sebuah perang yang secara teori, dikatakan saat itu, dilakukan untuk memusnahkan senjata pemusnah massal Saddam Hussein, menghadirkan demokrasi, dan menjamin keamanan global.”

Namun faktanya, lanjut Sánchez, jika dilihat dari perspektif saat ini, hal itu justru membuahkan efek sebaliknya.

“(Invasi) itu memicu gelombang ketidakamanan terbesar yang diderita benua kita sejak runtuhnya Tembok Berlin,” tegasnya.

Ditekankan bahwa Perang Irak menghasilkan peningkatan drastis dalam terorisme jihadis, krisis migrasi yang serius di Mediterania Timur, dan kenaikan harga energi secara umum, yang akhirnya berdampak pada biaya kebutuhan pokok sehari-hari.

Trump Memerintahkan Pemutusan Semua Perdagangan dengan Spanyol

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memerintahkan Menteri Keuangan Scott Bessent untuk memutus semua transaksi (perdagangan) dengan Spanyol setelah negara itu menolak akses ke pangkalan militernya untuk kampanye pengebomannya terhadap Iran.

“Saya mengatakan kepada Scott untuk memutus semua transaksi dengan Spanyol,” kata Trump pada hari Selasa dalam pertemuan dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Gedung Putih.

Ia tidak menjelaskan bagaimana ia berencana untuk menindaklanjuti ancaman tersebut, yang bisa jadi sangat sulit karena AS memiliki hubungan perdagangan dengan Uni Eropa yang lebih luas, tulis Bloomberg.

Namu Trump mengisyaratkan bahwa ia memiliki kekuasaan untuk memberlakukan embargo penuh terhadap barang-barang dari Spanyol. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *