Perlengkapan pilot Ukraina menua: Helm era Soviet terancam pensiun lebih cepat dari pesawatnya
Istimewa AIRSPACE REVIEW – Komunitas penerbang militer Ukraina, Sonyashnyk, menyuarakan peringatan serius mengenai perlengkapan pendukung pilot Angkatan Udara Ukraina (UAF), seperti helm dan sistem oksigen, yang akan mencapai batas usia pakainya.
Komunitas tersebut bahkan menyebut bahwa peralatan-peralatan pilot UAF akan habis masa pakainya jauh sebelum jet tempur MiG-29 dan Su-27 dipensiunkan dari medan laga.
Meskipun Ukraina terus mengoperasikan armada jet tempur era Soviet dalam misi-misi krusial, perlengkapan yang digunakan pilotnya dinilai sudah sangat ketinggalan zaman.
Pilot UAF masih mengandalkan helm ZSh-3, headset kulit ShL-82, dan masker oksigen KM-32 yang dikembangkan antara tahun 1960 hingga 1980-an.
Hal ini menimbulkan kesenjangan teknologi di kawasan regional. Bandingkan misalnya, negara lain seperti Serbia telah memodernisasi perlengkapi pilot MiG-29 mereka dengan sistem helm dan masker oksigen terbaru.
Jika jet tempur MiG-29 dan Su-27 Ukraina diproyeksikan bertempur hingga tahun 2030, perlengkapan pilot saat ini dianggap tidak akan mampu mendukung fungsional maupun standar keselamatan.
Upaya modernisasi sebenarnya sudah coba dilakukan Ukraina, namun terbentur birokrasi dan masalah teknis.
Pada tahun 2020, bantuan helm dan sistem oksigen modern dari Garda Nasional Udara California (AS) gagal dioperasikan.
Meskipun canggih, peralatan tersebut akhirnya hanya tersimpan di gudang karena masalah kompatibilitas dengan pesawat buatan Soviet serta hambatan dalam sertifikasi standar militer nasional Ukraina.
Demi menutupi celah ini, para pilot dan kelompok relawan terpaksa mengambil langkah sendiri. Melalui pendanaan mandiri, pilot berupaya mendapatkan perlengkapan modern melalui inisiatif swasta.
UAF juga sebagian mendapat dukungan dari yayasan amal asing membantu menyediakan pakaian penerbangan dan perlengkapan dasar.
Diakui bahwa mengintegrasikan helm buatan Barat ke dalam sistem oksigen dan komunikasi pesawat Soviet menjadi tantangan rekayasa yang sulit tanpa dukungan industri skala besar. (RNS)
