Perkuat benteng Skandinavia: Swedia borong HIMARS dari AS senilai 930 juta USD
US ArmyAIRSPACE REVIEW – Swedia segera mengakuisisi Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi M142 (HIMARS) setelah Departemen Luar Negeri AS menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing (Foreign Military Sale/FMS) sistem ini ke Swedia. Nilai kesepakatan ditaksir mencapai 930 juta USD.
Selain HIMARS, FMS ini juga mencakup berbagai pod sistem roket peluncuran ganda berpemandu (Guided Multiple Launch Rocket System/GMLRS).
Pod dimaksud terdiri dari 35 pod unit GMLRS M31A2 dengan sistem propulsi amunisi tidak sensitif (Insensitive Munitions Propulsion System/IMPS), 35 pod hulu ledak alternatif GMLRS M30A2 dengan IMPS, 35 pod hulu ledak alternatif GMLRS M403 jarak jauh dengan IMPS, dan 35 pod unit GMLRS M404 jarak jauh dengan IMPS.
Persetujuan tersebut juga mencakup 20 pod Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat M57 dan 24 sistem data taktis artileri lapangan internasional.
Item tambahan lainnya yang ditentukan dalam pesanan terdiri dari pod roket latihan, radio AN/PRC-158 dan AN/PRC-160, pengisi peluru sederhana, penerima sistem penentuan posisi global canggih, manual teknis elektronik, layanan dukungan integrasi, suku cadang, perangkat alat, peralatan uji, dukungan logistik kontraktor, pelatihan dan peralatan terkait, bantuan teknis, publikasi, transportasi, dan elemen dukungan program lainnya.
Dikembangkan oleh Lockheed Martin Missiles and Fire Control pada tahun 1996 di bawah program demonstrasi teknologi konsep canggih, HIMARS adalah tambahan terbaru untuk keluarga sistem roket peluncuran ganda.
Sistem ini dirancang untuk menargetkan aset artileri dan pertahanan udara serta kendaraan dan pengangkut personel.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa penjualan yang diusulkan akan meningkatkan kemampuan Swedia untuk menghadapi “ancaman saat ini dan masa depan” dan memperkuat interoperabilitasnya dengan pasukan AS dan sekutu.
Akuisisi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan artileri dan tembakan jarak menengah Swedia.
Lebih lanjut, perjanjian ini memajukan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional AS dengan memperkuat keamanan sekutu NATO yang diakui karena berkontribusi pada stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Eropa.
Pada Januari 2026, pemerintah Swedia mengumumkan investasi lebih lanjut dalam pertahanan udara berbasis darat (GBAD) dengan merencanakan pengadaan sistem pertahanan titik yang mengintegrasikan berbagai senjata dan sensor.
Shoot and Scoot
HIMARS atau M142 High Mobility Artillery Rocket System adalah sistem peluncur roket multipel ringan yang dipasang pada truk tentara standar (keluarga FMTV 5-ton). Sistem ini telah menjadi salah satu alutsista paling ikonik dalam konflik modern karena kombinasi presisi, jangkauan, dan mobilitasnya.
Keunggulan utama HIMARS bukan sekadar daya ledaknya, melainkan mobilitasnya. Sistem ini menggunakan platform roda ban (bukan rantai seperti M270 MLRS), dan dapat melaju hingga 85 km/jam di jalan raya.
HIMARS menerapkan doktrin shoot and scoot, yaitu menembak dan segera berpindah lokasi dalam hitungan menit sebelum radar kontra-artileri musuh bisa melacak posisi asal tembakan.
Ukurannya yang ringkas memungkinkan HIMARS diangkut menggunakan pesawat kargo C-130 Hercules, membuatnya sangat mudah dideploy ke berbagai belahan dunia dengan cepat.
HIMARS memiliki satu kontainer peluncur yang dapat membawa satu dari dua pilihan beban utama, yaitu 6 roket GMLRS dengan jangkauan sekitar 15–92 km, satu rudal ATACMS (Army Tactical Missile System) dengan jangkauan hingga 300 km, atau PrSM (Precision Strike Missile) generasi terbaru yang sedang dikembangkan untuk menggantikan ATACMS dengan jangkauan melebihi 499 km. (RNS)
