Ukraina menyebut Prancis akan menyediakan sistem SAMP/T NG untuk mencegat rudal-rudal andalanRusia

SAMP-T Mamba

AIRSPACE REVIEW – Ukraina menyebut Prancis telah menyatakan kesediaannya untuk menyediakan sistem pertahanan udara jarak jauh SAMP/T NG (Surface-to-Air Missile Platform/Terrain New Generation) yang dapat mencegat rudal Iskander-M, KN-23, dan Kinzhal Rusia.

Pengiriman potensial ini akan memperkuat jaringan pertahanan udara berlapis Ukraina dan memberikan alternatif penting bagi sistem Barat yang ada.

Hal itu dikatakan Yurii Ihnat, Kepala Komunikasi Komando Angkatan Udara Ukraina pada 16 Maret 2026.

Yurii Ihnat mencatat bahwa kesediaan Prancis untuk menyediakan kemampuan tersebut disambut baik di Kyiv, terutama karena Ukraina terus menghadapi keterbatasan dalam pasokan rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Barat yang ada.

Menurut Ihnat, awak pertahanan udara Ukraina telah menunjukkan kemampuan mereka untuk mengoperasikan sistem SAMP/T secara efektif.

Ia mencatat bahwa operator Ukraina berhasil menguasai sistem tersebut setelah pengirimannya dan telah menggunakannya dalam kondisi pertempuran.

Pejabat itu juga menekankan bahwa penguatan arsitektur pertahanan rudal Ukraina sangat penting karena pasukan Rusia terus menggunakan berbagai senjata serang berkecepatan tinggi.

SAMP/T NG merupakan sistem pertahanan udara dan rudal darat ke udara jarak jauh generasi terbaru yang dikembangkan oleh konsorsium Eurosam untuk menghadapi ancaman udara masa depan.

Sebagai evolusi dari sistem Mamba yang sudah ada, varian NG dirancang khusus untuk mendeteksi dan menetralisir sasaran yang lebih sulit, termasuk rudal balistik jarak menengah, rudal jelajah, serta ancaman hipersonik yang bergerak dengan kecepatan dan manuver tinggi.

Keunggulan utama sistem ini terletak pada integrasi teknologi radar AESA (Active Electronically Scanned Array) 3D mutakhir, seperti Thales Ground Master 400 Alpha atau Leonardo Kronos Grand Mobile HP.

Radar-radar ini memiliki jangkauan deteksi yang jauh lebih luas, melampaui 350 km hingga 500 km, serta mampu melakukan pengawasan 360 derajat secara simultan.

Hal ini memberikan kesadaran situasional yang jauh lebih tajam dibandingkan radar pasif pada generasi sebelumnya, sehingga mampu melacak objek dengan penampang radar yang sangat kecil.

Dari sisi persenjataan, SAMP/T NG mengandalkan rudal interseptor Aster 30 B1 NT (Block 1 New Technology). Rudal ini dilengkapi dengan sistem pemandu pita Ka yang sangat presisi, memungkinkannya untuk menghancurkan target melalui metode hit-to-kill.

Dengan jangkauan intersepsi lebih dari 150 km, rudal ini menjadi benteng pertahanan yang sangat efektif dalam melindungi area strategis maupun pasukan yang sedang bermanuver di lapangan dari serangan udara jenuh (saturation attacks).

Sistem ini juga menonjol karena fleksibilitas dan konektivitasnya dalam jaringan pertahanan terintegrasi.

Dengan arsitektur terbuka yang mendukung standar komunikasi NATO seperti Link 16, SAMP/T NG dapat dengan mudah berbagi data dengan aset udara, laut, maupun darat lainnya secara waktu nyata.

Selain itu, seluruh unit sistem dirancang agar mudah dimobilisasi menggunakan pesawat angkut militer, menjadikannya solusi pertahanan yang cepat digelar untuk menjaga kedaulatan wilayah di berbagai kondisi medan.

Sebelumnya, Ukraina telah mengoperasikan setidaknya dua baterai SAMP/T versi standar (Mamba) yang diperoleh dari Prancis dan Italia.

Unit pertama sistem pertahanan tersebut diterima pada 2023 dan berikutnya pada 2024. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *